BREBES 14 rumah sakit di Brebes dijadikan rujukan untuk penanganan pasien corona. Rumah sakit tersebut merupakan 12 rumah sakit swasta dan 2 rumah sakit pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr Sartono dalan teleconference bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan, permasalahan yang dihadapi saat ini adalah kurangnya alat pelindung diri bagi tenaga kesehatan, juga persiapan sumber daya manusia untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu terjadi ledakan kasus Covid-19. 

“Namun dia akan mengambil tenaga dari puskesmas sebagai salah satu opsi yang bisa dilakukan jika terjadi kekurangan sumber daya manusia,” tutur Sartono kepada Gubernur.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengingatkan agar Brebes selalu siap dan waspada mengingat Kabupaten Brebes berada di daerah perbatasan. Siapkan seluruh kekuatan. Mana rumah sakit swastanya, bagaimana jika terjadi outbreak, hotel mana yang disiapkan, SDM nya mau kemana, outlet service juga harus ada.

Untuk itu, Ganjar meminta agar semua aparat harus responsif terhadap rakyat. Kab Brebes butuh pengelolaan yang luar biasa. Pemerintahan tidak boleh biasa-biasa saja.

Secara menyeluruh, Gubernur menyarankan kepada Pemkab atau Pemkot untuk menyiapkan anggarannya.

” Khusus Dinkes, tolong siapkan kebutuhannya masukkan di APBD Perubahan,” tandas Ganjar.

Selain dengan Kepala Dinkes Brebes, Gubernur juga berdialog jarak jauh dengan Kepala Dinkes se Jateng. Tampak hadir pada teleconference di Brebes, antara lain Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr Sartono, direktur  RSUD Brebes, direktur RSUD Bumiayu dan perwakilan dari rumah sakit swasta se Kabupaten Brebes. (Dinkominfotik Brebes)

Judul berita diatas: 14 Rumah Sakit di Brebes dijadikan rujukan

Leave a Reply

  • (not be published)