Bawaslu Brebes Kembali Gelar Budaya 2019

Gelar Budaya Bawaslu Brebes 2019

PortalPantura.com, Brebes – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Brebes menggelar acara Gelar Budaya Bawaslu 2019 di Pendopo eks Kawedanan Bumiayu, Sabtu (30/11/2019). Sebelumnya, acara tersebut juga digelar di wilayah utara beberapa waktu lalu.

Ketua panitia acara H Sodik mengatakan, acara yang mengambil tema ‘Demokrasi yang Sehat dalam Keguyuban Seni Lokal’ ini berlangsung dari pagi hingga malam hari. “Acara diawali dengan senam bersama masyarakat di halaman pendopo,” tuturnya.

Selesai senam bersama, acara dilanjutkan dengan lomba kosidah serta parade musik yang diisi oleh pelaku musik di Kabupaten Brebes wilayah selatan.

“Puncak acara malam ini yang diisi dengan pementasan seni dari pelaku seni di Kabupaten Brebes wilayah selatan,” ungkap Sodik.

Ketua Bawaslu Brebes, Wakro SIP dalam sambutanya mengatakan, penyelenggara pemilu selama ini identik dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), namun sesungguhnya Bawaslu adalah bagian dari pemilu yang bertugas sebagai pengawas.

“Gelaran Gelar Budaya Bawaslu malam ini diharapkan, dapat merepresentasikan budaya yang ada di Kabupaten Brebes, terutama di wilayah selatan,” kata Wakro.

Dengan Gelar Budaya Bawaslu 2019 ini, Wakro berharap kedepan demokrasi di Indonesia bisa menjadi demokrasi yang berbudaya.

“Kita masih memiliki nilai-nilai yang baik, namun terkadang nilai-nilai tersebut terpisah saat adanya pemilu,” ungkap Wakro. Ia menambahkan, Adhiluhung harus terus dijaga sebagai warisan budaya.

Dalam pemilu kerap terjadi politik uang, meskipun hal tersebut tidak baik dan dilarang, namun kenyataanya politik uang kerap muncul pada pemilu.

“Politik uang sepertinya sudah menjadi komoditas, istilah wani piro sepertinya sudah akrab ditelinga masyarakat saat pemilu digelar,” ungkap Wakro.

Seniman lukis Bumiayu, Haris Agep Zulfikar menyerahkan lukisan kepada Ketua Bawaslu Brebes, Wakro. – Foto: Yudhi Prasetyo.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH yang diwakili Staf ahli bidang Kersa menyampaikan, dengan Gelar Budaya Bawasli 2019 ini diharapkan dapat mencairkan suasana, apalagi sebentar lagi Kabupaten Brebes menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) gelombang 2 pada bulan Desember 2019 ini.

“Dengan Gelar Budaya Bawaslu ini diharapkan ikut melestarikan budaya lokal,” kata bupati.

Budaya asing yang masuk ke Indonesia jangan dianggap permasalahan yang enteng. Dengan masuknya budaya asing tersebut diharapkan masyarakat bisa waspada. Jika tidak, dikhawatirkan akan menghilangkan budaya lokal.

“Kita harus melestarikan dan terus menjaga budaya lokal,” pinta bupati.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga ketua komisi Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Brebes, Naskun mengajak kepada seluruh masyarakat untuk berdemokrasi yang baik.

“Mari berdemokrasi yang baik. Karena apa, uang penting tapi bukan segalanya,” kata Nasikun. Ia meminta sama-sama menjaga agar tidak terjadi politik uang agar demokrasi menjadi sehat.

Dengan demokrasi yang sehat, ujar Nasikun, maka akan menghasilkan pemimpin yang baik, yang mampu mensejahterakan masyarakat.

Di akhir acara, dilakukan deklarasi demokrasi sehat dan anti money politic dan penyerahan lukisan kepada ketua Bawaslu dan anggota DPRD Brebes.***

(yp-01bma)

Baca juga

Tulis komentar dibawah ini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Powered by