Hati-hati!, Makanan Hampir Kadarluarsa Masih Beredar di Kota Tegal

PortalPantura.com, Tegal – Menjelang Natal dan tahun baru, Walikota Tegal, H Dedy Yon Supriyono SE MM melakukan operasi makanan dan minuman serta produk rumah tangga di beberapa tempat, Rabu (18/12/2019). Dari operasi tersebut, walikota menemukan makanan yang hampir kadarluarsa yang masih dijajakan.

Produk yang mendekati masa kadaluwarsa yakni milk chocolate Van Houten sejumlah 3 pcs, dengan masa kadaluarsa hingga 26 Desember 2019. Sementara produk yang nomor PIRT-nya masih menggunakan PIRT yang lama yakni pisang sale merpati, sedangkan telor asin sumber rejeki ijin IPRT-nya sudah habis dan kerupuk antor tidak ada ijin repacking.

“Sifatnya menjaga saja, makanan yang beredar harus berijin, ada beberapa cokelat yang sudah mendekati waktu kadaluwarsanya,” ungkap Dedy Yon yangdidampiki Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal dr. Sri Prima Indraswari, Sp.KK., M.M., M.H., saat melaksanakan Operasi Makanan dan Minuman Kadaluwarsa di sebuah toko di Kota Tegal, Rabu (18/12/2019).

Dedy menuturkan, memang ditemukan beberapa cokelat yang mendekati batas waktu kadaluwarsa, namun Dedy Yon kemudian membeli cokelat tersebut dan mengkonsumsinya bersama awak media yang hadir meliput operasi manmin kadaluwarsa tersebut.

“Waktunya sangat mepet, sampai akhir tahun ini. Ini masih tanggal 18 hanya waktu satu minggu dua minggu, ini pun menjaga saja, dan saya sebagian sudah membeli dan mencoba makan dan tidak masalah,” ungkap Dedy.

Meski memiliki batas waktu hingga beberapa hari lagi, Dedy Yon menyatakan untuk antisipasi agar tidak dikonsumsi oleh masyarakat maka diminta pemilik toko untuk mensterilkan produk tersebut. “Terutama anak-anak yang imun tubuhnya belum kuat, tidak seperti orang dewasa, harusnya membatasi makan makanan tentunya yang tidak layak untuk dimakan seperti batas waktunya sudah melebihi masa kadaluarsa, atau zat perwarna yang tidak berlebihan tau pengawet yang terlalu banyak, diharapkan mulai dari sekarang makanan tersebut mulai steril,” pinta Walikota.

Tindakan selanjutnya, kata Walikota, Pemerintah harus mengambil atas dasar dari kesadaran penjualnya.

Sementara itu, Prima menegaskan tidak ditemukan adanya masalah dalam sidak tersebut. Karena yang ditemukan makanan yang mendekati masa kadaluarsa, sehingga masih bisa dikonsumsi.

Berdasarkan hasil temuan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Tegal kemudian menyarankan kepada pemilik Toko Mira, Beni, yang dituangkan dalam berita acara. Dalam berita acara yang juga ditandatangani Beni, Dinas Kesehatan menyarankan untuk tidak menerima atau menjual produk dengan ijin PIRT lama dan produk yang mendekati masa kadaluwarsa harus ditarik atau tidak dijual kembali.***

(cn02tgl/hms)

Recommended For You

Tulis komentar dibawah ini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Powered by