Pemasangan Menunggu Lelang Selesai
Jalur Maut Lio Akan Dipasangi Guardrail

TINJAU LOKASI JALUR MAUT - Ketua KNKT bersama sejumlah pejabat dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Brebes meninjau lokasi jalur maut di ruas Banjarharjo-Salem. (Foto: dok Pendim 0713 Brebes).

PORTALPANTURA.COM, BREBES:

Ruas jalan Banjarharjo-Salem di tanjakan Lio Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang menjadi jalur maut karena sering terjadi kecelakaan akan dipasang guardrail. Pemasangan ini sebagai upaya meminimalisir akibat kecelakaan yang kerap terjadi di tempat tersebut.

Penyebab Kecelakaan di Tanjakan Lio

Kecelakaan yang sering berujung maut di tanjakan Lio karena medan yang curam memicu rem kendaraan blong. Kendaraan yang mengalami rem blong itu kebanyakan jenis sepeda motor matic, meskipun tidak sedikit kendaraan roda empat yang kecelakaan di tempat itu.

Untuk meminimalisir akibat kecelakaan di tanjakan Lio, pemerintah selain akan memasang guardrail juga akan dipasang delineator atau patok jalan serta rambu lalu lintas.

Guardrail, Patok Jalan, dan Rambu Lalu Lintas Akan Dipasang

Pemasangan rambu lalu lintas, patok jalan dan guardrail rencananya akan dilaksanakan mulai Februari tahun ini sambil menunggu hasi tender yang sedang berlangsung. Pemerintah Kabupaten Brebes sendiri menyepakati akan menyediakan anggaran untuk pemasangan guardrail di titik-titik rawan kecelakaan.

Titi-titik Rawan Kecelakaan di Tanjakan Lio

Titi-titik rawan kecelakaan yang ada di ruas Banjarharjo-Salem sendiri berada di tanjakan Panginuman, Saninten, Muncang dan Simpur. Tanjakan-tanjakan tersebut masuk wilayah pegunungan Lio.

Tanjakan pegunungan Lio yang menjadi jalur maut ini mendapat perhatian dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ketua KNKT, dr Soerjanto telah meninjau titi-titik rawan kecelakaan di ruas Banjarharjo-Salem, Kamis (09/01/2020) didampingi sejumlah pejabat terkait di Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Pejabat Pemerintah Jawa Tengah yang datang tersebut yakni Kepala Bidang Rancang Bangun dan Pengawasan Pekerjaan Umum Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Ir Rudi Widiatmanto dan Kepala Seksi Perhubungan Wilayah VI Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Adi Kumoro.

Pejabat daerah yang datang antara lain Kepala BPJ Wilayah Tegal Wahyu Untoro Soetarno, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes Johari, Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Brebes Iptu Suprapto, Muspika Salem dan Banjarharjo, Paguyuban Kepala Desa se Kecamatan Salem dan organisasi kemasyarakatan Salem dan Banjarharjo.

Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Kapten Inf Iskandar mengatakan, survey yang dilakukan pejabat berwenang tersebut untuk menindaklanjuti pertemuan antara Muspika Salem dengan pihak terkait beberapa waktu lalu.

Kecelakaan Terakhir di Tanjakan Lio

“Data terakhir menyebut, ada 13 kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban jiwa maupun luka-luka di tanjakan Lio,” kata Iskandar.

Insiden terakhir menimpa pasangan Dwi Mulyo Aji (27) dan istrinya Septia Bestari (24), akibat motor masuk jurang tepat berada di lokasi yang sebelumnya dipasang tanggul pengaman jalan darurat (21/11), swadaya masyarakat untuk meminimalisir jatuhnya korban susulan. Panjang tanggul darurat ini adalah 200 meter, terbagi dua yaitu di Simpur sepanjang 100 meter dan Panginuman 100 meter.

Mereka ditemukan tewas masuk ke jurang dengan kedalaman 5 meter. Motor matic yang dikemudikan Dwi Mulyo mengalami gagal fungsi pengereman/blong karena terus dipaksa untuk mengerem dari puncak Lio. (Aan)

Baca juga

Tulis komentar dibawah ini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Powered by