Jelang Imlek, Harga Cabai di Brebes Mulai ‘Pedas’

BREBES – Menjelang tahun baru Imlek 2571 harga cabai di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Brebes mulai ‘pedas’ atau mengalami kenaikan. Kenaikan harga cabai mulai terasa sejak awal tahun.

Kasi Perdagangan dan Meterologi Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Brebes, Sukma Fitriawan Prasetyo mengungkapkan, harga-harga beberapa bahan pokok di pasar tradisional stabil kecuali cabai .

Harga cabai yang terpantau pada 14 Januari 2020 diketahui mencapai Rp.50 ribu perkilogram untuk jenis cabai kriting. Untuk cabai biasa Rp.35 ribu per kilogram. dan cabai jenis rawit terpantau harganya mencapai Rp.55 ribu perkilogramnya.

Untuk harga cabai yang terpantau pada 21 Januari 2020 menyebutkan, harga cabai biasa naik dari Rp.35 ribu menjadi Rp.40 ribu perkilogram. Untuk cabai jenis merah keriting harganya dari Rp35 ribu menjadi 68 ribu perkilogramnya. Sementara untuk jenis besar keriting tidak mengalami kenaikan.

“Cabai kriting paling tinggi kenaikanya jika dibanding dengan jenis lainya,” kata Prasetyo.

Prasetyo menjelaskan, kenaikan pada komoditas cabai disebabkan karena jumlah pembeli yang banyak menjelang Imlek. Selain itu, faktor cuaca juga berpengaruh.

“Produktifitas cabai turun, ini lumrah terjadi saat musim hujan,” kata Prasetyo.

Terpisah, salah seorang pedagang Pasar Induk Brebes, Aminah (60) menuturkan, kenaikan harga cabai terjadi setiap hari.

“Cabai merah keriting harganya paling mahal,” ungkap Aminah. Harga cabai keriting sebesar Rp.45.300 per kilogram, harga cabai besar biasa sebesar Rp.40.600 perkilogram, dan harga cabai merah keriting sebesar Rp.68.300 perkilogram. (*)

Baca juga

Tulis komentar dibawah ini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Powered by