PORTALPANTURA.COM, BREBES:

Banjir yang melanda Kecamatan Ketanggungan beberapa waktu lalu salah satunya akibat tanggul sungai Babakan jebol. Celakanya, masih banyak tanggul dalam kondisi kritis di Kabupaten Brebes yang masih dibiarkan. Penanganan tanggul telah dilakukan pihak terkait, namun baru bersifat darurat.

Waspadai Tanggul Kritis di Sungai Ini

Tanggul-tanggul yang kritis hampir terdapat di semua sungai yang mengalir di Kabupaten Brebes. Jenis kerusakan yang dialami seperti elavasi permukaan yang amblas sehingga permukaan tidak rata sampai badan tanggul yang terkikis akibat longsor.

Tanggul kritis banyak terdapat di sungai Pemali dan Cisanggarung sehingga perlu mendapat perhatian khusus dan serius. Dari pendataan yang dilakukan oleh Dinas Pengairan Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Brebes menyebutkan ada 28 titik tanggul kritis yang harus diperbaiki secara permanen.

“Tanggul yang perlu diperbaiki mulai dari Notog hingga Muara. Tanggul-tanggul itu berada di Desa Wanasari, Terlangu, Pulosari, Sidamulya, dan beberapa desa lainya,” kata Kabid Sumber Daya Air Dinas PSDA dan Taru Kabupaten Brebes, Mulyadi.

Di sungai Cisanggarung, tanggul yang kritis terdapat di Desa Bojongsari, Randusari, Babakan, Bantarsari, Jatisawit, dan Karang Sembung. Beberapa tanggul yang perlu diwaspadai yakni tanggul di Bantarsari, Karang Sembung, dan Jatisawit. Di lokasi tersebut tanggul amblas hingga 1 meter dan leber 300 meter.

Penangganan Tanggul Baru Secara Darurat

Penanganan tanggul kritis sejauh ini baru bisa dilakukan secara darurat dengan menambal tanggul dengan karung berisi tanah karena keterbatasan angaran dan tidak adanya alat berat dari dinas teknis. (*)

Leave a Reply

  • (not be published)