Miliaran Rupiah Digelontorkan Agar Anak Tetap Bersekolah

gerakan kembali bersekolah

PortalPantura.com, Brebes – Pada tahun 2019 ini pemerintah telah menggelontorkan miliaran rupiah kepada anak-anak di Kabupaten Brebes agar tetap bersekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dindikpora) Kabupaten Brebes, Dr Tahroni mengungkapkan pada tahun 2019 ini bupati telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp7,5 miliar untuk 25.000 siswa miskin yang tersebar di 149 sekolah. Siswa penerima bantuan terdiri dari 5.383 siswa SMA, 17.016 siswa SMK, dan 2.601 siswa MA. “Masing-masing siswa mendapat Rp300 ribu,” kata Tahroni.

Bantuan juga diberikan kepada Anak Tidak Sekolah (ATS) yang dikembalikan ke sekolah melalui Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) sebanyak 1.395 anak di 17 kecamatan. Rincianya adalah, 296 anak tingkat SD/MI, 694 anak tingkat SMP/MTs, dan 405 anak tingkat SMA/SMK/MA. Dana GKB tahun 2019 telah tersalurkan sebesar Rp 1,49 miliar.

Sedangkan untuk Bidikmisi, lanjut Tahroni, diperuntukan bagi mahasiswa kurang mampu dengan persyaratan minimal IPK 3,0. Tahun 2019 Bupati telah menggelontorkan Rp 2 miliar untuk 800 Mahasiswa Brebes di 31 Perguruan Tinggi, masing-masing menerima Rp 2,5 juta pertahun.

Ditemui di ruang kerjanya, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengaku menaruh perhatian penuh pada anak usia sekolah guna peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Wujudnya, dengan menggelontorkan dana pendidikan bagi anak-anak usia sekolah melalui Bantuan sosial Siswa Miskin (BSM), Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) dan Bidikmisi. Setidaknya, warga Brebes bisa menamatkan jenjang SLTA.

“Saya bertekad, seluruh warga masyarakat Brebes bisa mengenyam pendidikan minimal jenjang SLTA, baik itu SMA, SMK maupun MA,” ungkap Idza di ruang kerjanya, Senin (2/12/2019).

Tahun 2019, lanjut Idza, bantuan BSM, GKB dan Bidikmisi sudah disalurkan seluruhnya. Dan untuk tahun berikutnya, akan dianggarkan sesuai dengan kebutuhan. “Tahun 2020, juga dianggarkan kembali dan ada peningkatan,” tuturnya.

“Apalagi, Brebes sudah menjadi Kawasan Industri dan Peruntukan Industri, maka wajib hukumnya untuk menyediakan Sumber Daya Manusia yang unggul,” terang Idza.

Idza menegaskan, bantuan bagi warga kurang mampu dalam pendidikan selain memberikan kesempatan mengenyam pendidikan, juga agar Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Brebes semakin meningkat. Idza berkeyakinan bahwa semua warga Brebes menginginkan pendidikan yang tinggi, namun ada yang terbentur persoalan ekonomi. Sehingga pemerintah harus hadir.

Idza juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperhatikan pendidikan anak-anaknya dan juga ikut peduli dengan warga sekitarnya untuk dilaporkan bila tidak mampu bersekolah. Sehingga anak-anak Brebes tidak putus sekolah dan mau kembali bersekolah.***

(dinkomifotikbbs/yp-01bma)

Recommended For You

Tulis komentar dibawah ini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Powered by