Nikmatnya Makan Bersama di Pinggir Waduk Penjalin
Festival Winduaji ke-2

PORTALPANTURA.COM/ YUDHI PRASETYO - Warga sedang menikmati takir di tepi Waduk Penjalin.

PortalPantura.com, Brebes – Festival Widuaji kembali digelar. Festival tahunan ini diadakan untuk kedua kalinya sekaligus memperingati kehadiran waduk Penjalin di desa ini yang ke 50.

Ribuan warga memadati taman jamur di salah satu sudut Waduk Penjalin, Selesa (31/12/2019). Warga yang datang dari berbagai perdukuhan di Desa Winduaji tersebut antusias mengikuti acara tahunan tersebut. Mereka datang bersama dengan keluarga maupun tetangga.

Sandratasik yang diberi judul Nyatuning Bumi Winduaji dibawakan secara apik oleh pemuda dan pemudi desa setempat. Tarian itu menggambarkan napak tilas kehidupan warga Winduaji yang sebagian besar bermata pencaharian sebagi petani dan nelayan. Warga yang sejak pagi berada di tempat tersebut tampak antusias menyaksikan tari kolosal itu tanpa menghirauka terik matahari yang menyengat. Selain sandratasik, juga ada pembacaan puisi.

PORTALPANTURA.COM/ YUDHI PRASETYO – Salah satu gerak dalam tari Nyatuning Bumi Winduaji.

Warga juga menebar benik ikan emas di waduk yang dibangun pada tahun 1930 tersebut. Tampak terlihat Kepala Desa Winduaji Abdurrahman, Camat Paguyangan Eko, dan tamu kehormatan lainya menebar benih ikan ke dalam waduk yang dibangun pada jaman penjajah Belanda itu.

Acara kemudian dilanjutkan dengan makan takir bersama di tepi waduk. Tikar berwarna putih ditaruh takir atau nasi yang dibungkus dengan daun pisang. Warga yang tadinya ikut menebar benik ikan berjejer rapi dan menyantap makanan yang ada di depan mereka.

Kepala Desa Winduaji, Abdurrahman mengatakan, festival ini merupakan wujud syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa warga sekitar Waduk Penjalin. Warga bersyukur karena waduk yang memiliki luas 1,25 kilometer persegi tersebut telah membawa banyak manfaat bagi warga.

“Keberadaan Waduk Penjalin telah menghidupi banyak petani maupun nelayan,” ungkap Abdurrahman.

Tokoh Pemuda Winduaji, Ali Rohman berharap, festival tahunan ini bisa semakin dikenal masyarakat luar sehingga bisa menyedot wisatawan . “Dengan banyaknya wisatawan diharapkan bisa meningkatkan taraf ekonomi warga lokal,” katanya.

PORTALPANTURA.COM/ YUDHI PRASETYO – Kepala Desa Winduaji Abdurrahman dan Muspika Paguyangan menebar benih ikan mas di Waduk Penjalin.

Ali berharap Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Winduaji yang selama ini mengelola wisata Waduk Penjalin bisa dikelola lebih baik lagi.

Festival Winduaji sendiri berlangsung mulai tanggal 29 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020. Berbagai acara digelar seperti, Lomba Paduan Suara, Penanaman 1.000 pohon, Tasyakuran Waduk Penjalin, dan sebagai puncak acara adalah jalan sehat yang dilaksanakan pada 1 Januari 2020. (*)

Recommended For You

Tulis komentar dibawah ini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Powered by