Pabrik Sepatu Kembali Dibuka di Brebes

Pabrik Sepatu Kembali Dibuka di Brebes

BREBES Pabrik sepatu kembali dibuka di Kabupaten Brebes. Dengan dibukanya pabrik sepatu ini berpeluang menyerap tenaga kerja 15 ribu orang.

Pendirian pabrik berada di Kawasan Peruntukan Industri Brebes (KPIB) dengan investasi mencapat Rp.400 miliar.

Pembangunan pabrik sepatu milik PT Tah Sung Hung ini peletakan pambangunanya dilakukan oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH di Desa Jagapura, Kecamatan Kersana beberapa waktu lalu.

Pabrik yang dibangun tersebut, nantinya akan memproduksi sepatu dengan orientasi eksport.

General Manager PT Tah Sung Hung, Fred mengatakan, perusahanya berasal dari Taiwan. Perusahaan ini memproduksi sepatu oleh raga untuk dijual di luar negeri.

Dengan adanya pabrik sepatu PT Tah Dung Hung ini dharapkan bisa memberi kontribusi kepada Kabupaten Brebes seperti membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

“Kami juga sangat terbantu dengan proses perizinan yang diperlukan,” kata Fred. Ia berterima kasih kepada masyarakat Kersana yang telah mendukung dalam pembanguna pabrik sepatu PT Tah Sung Hung.

Kedepan Akan Lebih Banyak Lagi Invertor yang Datang ke Kabupaten Brebes

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Drs Ratim mengungkapkan, kedepan akan lebih banyak lagi para investor hadir di Kabupaten Brebes karena Perda RTRW nomor 13 tahun 2019 telah ditetapkan. Sehingga pada akhirnya bisa meningkatka kesejahterahan masyarakat Kabupaten Brebes.

Ratim yakin, masuknya investasi asing dapat berkontribusi meningkatkan pendapatan daerah serta membuka lapangan kerja baru. “Sehingga berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah, khusunya di Kabupaten Brebes hingga lebih dari 7 persen,” katanya.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Brebes sendiri telah menyisiapkan lahan untuk KIB seluas 3.976 hektar dan untuk KPIB seluas 5.070 hektar. Pembangunan kawasan industri mengaplikasikan konsep Eco-Industrial Park (EIP), yang merupakan sekumpulan industri yang berlokasi pada suatu tempat. Dimana, para pelaku didalamnya secara bersama-sama meningkatkan performansi lingkungan, ekonomi dan sosialnya dengan melibatkan masyarakat disekitarnya, sehingga lebih mengefisiensikan pemanfaatan sumber daya informasi, material, energi, infrastruktur, air dan habitat alam lainnya.

“Tentunya, dengan dibangunnya pabrik ini merupakan bagian dari satu ikhtiar besar kita bersama untuk ikut menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, peningkatan pertumbuhan ekonomi Brebes,” ucap Idza.

Idza yakin bahwa pihak perusahaan dapat menjalin kerja sama dengan kelompok masyarakat sekitar. Sehingga antara masyarakat dan perusahaan terjalin hubungan yang saling menguntungkan, simbiosis mutualisme. (Otz/Wsd/Yd)

Baca juga

Tulis komentar dibawah ini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Powered by