Pekan QRIS Digelar di kompleks Balai Kota Tegal

Pekan QRIS Digelar di kompleks Balai Kota Tegal

TEGAL Pekan QRIS Digelar di kompleks Balai Kota Tegal. Acara ini sebagai salah satu upaya Bank Indonesia Perwakilan Tegal mensosialisasikan Quick Respond Indonesia Standar (QRIS) kepada masyarakat yang dibuka secara resmi oleh Walikota Tegal H Dedy Yon Supriyono SE MM.

QRIS adalah kode untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking. Keunggulan
sistem ini bisa bedakan transaksi domestik dan internasional sehingga berlaku universal, sekaligus mendorong inklusi keuangan.

Dedy Yon Supriyono mengapresiasi Bank Indonesia yang meluncurkan standard Quick Response (QR) code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile .

“Ini bukti keuangan digital Indonesia betul-betul unggul lewat QR Indonesia Standar, sistem ini bisa membedakan transaksi domestik dan internasional sehingga berlaku universal, sekaligus mendorong inklusi keuanga,” ujar Wali Kota.

Dedy Yon yakin QRIS mampu memudahkan semua pihak dalam bertransaksi.
Para pengguna hanya perlu menempelkan kode QRIS melalui smartphone yang dimiliki saat akan melakukan transaksi. Wali Kota meminta Bank Indonesia bisa memastikan bahwa QRIS akan benar-benar mudah bagi semua orang, bahkan yang tidak mengenal teknologi tinggi.

“Sebab, meskipun banyak orang mahir menggunakan smartphone, masih ada lebih banyak orang yang belum menggunakan smartphone. mereka hanya menggunakan telepon genggam biasa atau bahkan tidak menggunakan telepon genggam sama sekali,” kata Walikota.

Walikota menambahkan, bahwa kemampuan masyarakat menggunakan QRIS sangat penting untuk diperhatikan. Sebab meskipun konsumen di Indonesia sudah pandai menggunakan gadget, pedagang dan pelaku ekonoimi kecil justru masih banyak yang melakukan transaksi dengan menggunakan sistem pembayaran tunai yang tidak online.

“ini menjadi pekerjaan kita semua untuk menemukan cara mengedukasi masyarakat agar dapat menikmati program layanan masyarakat baik dari pemerintah maupun swasta yang menggunakan teknologi,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Muhammad Taufik Amrozi menjelaskan bahwa pada tahun 2018, BI meluncurkan Gerakan Pembayaran Nasional GPN yang berlogo garuda, dimana itu perjuangannya luar biasa sampai di beritakan di berbagai media dimana ada ketegangan dengan berbagai principal di luar negeri.

“Itu memang karena perjuangan yang tidak mudah menegakan kedaulatan kita, alat pembayaran menggunakan kartu, itu nasionalisme kita karena nanti uangnya akan kembali ke kita, datanya ini nanti juga akan kembali dan di kelola oleh kita bukan di luar dan sekarang giliran QRIS karena platformnya sudah berkembang begitu pesatnya supaya kita tidak menjadi pemain dan penonton di negeri sendiri,” beber Taufik.

Taufik menambahkan, bahwa pada tanggal 17 agustus 2019, BI meluncurkan QRIS dan efektif 1 Januari 2020, seluruh pelaku, seluruh pengembang aplikasi pembayaran yang digital harus mengikuti standar QRIS yang ditetapkan ole BI bersama asosiasi sistem pembayaran Indonesia jadi satu QRIS bisa untuk berbagai aplikasi, satu QRIS untuk Idonesia dan satu QRIS untuk merah putih kita jelas Taufiq. (Kw)

Judul berita diatas: Pekan QRIS Digelar di kompleks Balai Kota Tegal

Baca juga

Tulis komentar dibawah ini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Powered by