Perangkat Desa yang Kedapatan Gunakan PBB Akan Dicopot

PortalPantura.com, Brebes – Camat Tonjong, Brebes, Cecep Aji Suganda berjanji akan merekomendasikan perangkat desa untuk dicopot dari jabatanya jika kedapatan menggunakan uang setoran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) warganya untuk keperluan pribadi.

“Perangkat desa yang belum menyetorkan uang pembayaran PBB dikasih waktu sampai dengan bulan November 2019,” kata Cecep saat memberi sambutan pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala Dusun I, Desa Karangjongkeng, Senin (11/11/2019).

Cecep menuturkan, jika pada tahun 2018 lalu, Kecamatan Tonjong adalah kecamatan tercepat dalam pelunasan PBB, namun pada tahun 2019 ini justru merosot. Bahkan, lima besar saja tidak masuk.

Sementara dalam pelantikan perangkat desa tersebut yang dilantik adalah Sifa Mardlotillah. Ia dilantik menjadi Kadus 1 yang membawahi dua rukun warga (RW) yakni RW 01 dan RW 02.

Sebelum dilantik, Sifa telah mengikuti serangkaian proses, mulai dari pendaftaran hingga tes seleksi yang dilakukan tim independen. Ia meraih nilai tertinggi menyisihkan 8 peserta lainnya sehingga ia berhak dilantik menjadi Kadus 1.

Kepala Desa (Kades) Karangjongkeng, Sutrisno mengatakan, Pemerintah Desa Karangjongkeng sebenarnya mengusulkan 2 perangkat desa untuk jabatan Kadus 1 dan Kasi Kesejhteraan, namun hanya Kadus 1 yang mendapat persetujuan.

“Dengan dilantiknya Kadus 1 ini lengkap Kadus yang ada di Karangjongkeng. Karena di desa ini terdapat 3 kadus,” ungkap Sutrisno. Ia menambahkan, satu kadus membawahi 2 RW, sehingga total di Karangjongkeng ada 6 RW dan 13 RT.

Untuk kekurangan perangkat desa lainya, yakni untuk jabatan Kasi Kesejahteraan pihak pemerintah desa akan mengusulkan kembali pada tahun yang akan datang.

Sutrisno menuturkan, pada kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2019 tahan 2 ini dirinya tidak mencalonkan diri kembali karena sesuatu hal. Masa baktinya mengemban amanat menjadi Kades Karangjongkeng akan berakhir pada bulan Februari 2020 mendatang.

“Saya berharap dalam Pilkades nanti tidak akan ada perpecahan maupun permusuhan,” harap Sutrisno. Ia menambahkan, perpecahan dan permusuhan tidak semestinya terjadi hanya gara-gara beda pilihan. Dalam berdemokrasi, setiap orang berhak untuk memilih sesuai dengan keinginan masing-masing.

Sutrisno mengatakan, jangan sampai hanya gara-gara pilihan calon kepala desanya berbeda tidak mau bertutur sapa dengan tetangganya. (*)

Baca juga

Tulis komentar dibawah ini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Powered by