Rest Area Banjaratma Jadi Tempat Pameran Seni Lukis Nusantara

Pameran Seni Lukis Nusantara

PortalPantura.com, Brebes – Rest Area Banjaratma Brebes di jalur tol trans jawa Jakarta-Surabaya kilometer 260 menjadi tempat Pameran Seni Lukis Nusantara (PSLN). Pameran yang diikuti oleh 30 seniman dari Jawa, Sumatera, dan Bali ini berlangsung mulai 21 Desember 2019 hingga 3 Januari 2020.

Pelindung PSLN, Yeni Sapto Budoyo mengatakan, pameran seni lukis ini merupakan gelaran pertama kali. Kedepan, ajang PSLN akan digelar setiap tahun sehingga menjadi agenda tahunan pameran seni lukis di Kabupaten Brebes.

Dengan gelaran PSLN ini, Yeni berharap seniman lukis di Brebes menjadi pelukis kenamaan di Indonesia maupun internasional.

Yeni mengungkapkan, dipilihnya rest area Banjaratma menjadi tempat PSLN karena tempat tersebut dipandang strategis karena menjadi lalu lintas masyarakat Indonesia. Apalagi saat ini sedang musim libur sekolah, natal, dan tahun baru, sehingga masyarakat yang melalui jalan tol tras jawa yang singgah di rest area Banjaratma bisa melihat lukisan karya anak bangsa.

“Alhamdulillah, saya bangga di Brebes ada pameran lukisan nasional, semoga kota Brebes juga bisa menjadi Kota Budaya setelah Jogja,” kata Yeni.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengaku bangga dengan adanya gelaran PSLN ini, apalagi diikuti oleh pelukis dari luar kota dan pulau. Singgahnya pelukis dari luar daerah ini diharapkan bisa menjadi penyemangat pelukis Brebes dan milenial untuk terus berkarya.

Idza berharap, pelukis untuk terus bersemangat dan berinovasi serta mengespresikan bakatnya guna menghasilkan karya-karya terbaik yang bisa dinikmati semua orang.

“Sekilas saya melihat satu lukisan di sini sungguh luar biasa, dengan jiwa seni yang tinggi, sebuah karya lukis seakan-akan hidup,” ucap Idza.

Idza mengaku bangga dengan karya-karya yang dipamerkan di PSLN tersebut. Ia berjanji akan selalu mendukung kegiatan seni di Kabupaten Brebes. Orang nomor satu di Kabupaten Brebes ini mengungkapkan lukisan bisa menandakan ekspresi jiwa pelukisnya. Karena, jiwa seni menandakan kebebasan bagi seniman itu sendiri. Meskipun, kebebasan tersebut ada batasnya. (rls/hms)

Recommended For You

Tulis komentar dibawah ini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Powered by