PortalPantura.com, Brebes – Saluran irigasi yang melintas di Desa Kupu, Kecamatan Wanasari, Brebes berubah menjadi ‘sungai sampah’. Pasalnya, saluran irigasi yang berfungsi mengairi lahan pertanian tersebut, dalam sepekan terakhir tertutup sampah.

Air yang mengalir di saluran irigasi sudah tidak terlihat lagi. Warga hanya melihat tumpukan sampah sepanjang saluran yang melintas di permukiman mereka. Warga terpaksa menutup hidungnya untuk mengurangi bau busuk yang berasal dari saluran irigasi tersebut. Pasalnya, selain sampah, tumpukan tersebut juga terdapat bangkai binatang.

Salah seorang warga yang tinggal sekitar saluran irigasi, Suharjo (60) menuturkan, sampah mulai datang sejak sepekan terakhir seiring dengan sering terjadinya hujan dan banjir. “Sampah ini bukan berasal dari desa kami,” tuturnya.

Pria paruh baya ini mengungkapkan, warga desanya tidak membuang sampah sembarangan. Untuk urusan sampah sudah ada yang mengelola dan warga diminta iuran untuk pengangkutanya ke tempat pembuangan akhir.

Suharjo menduga, sampah berasal dari desa tetangga yang berada di selatan pemukiman mereka. Ia dan warga lainya mengeluh karena tumpukan sampah tersebut mulai menimbulkan bau tidak sedap. Kondisi ini jika terus-menerus dibiarkan bisa menimbulkan penyakit.

Terpisah, Kepala Bidang Irigasi dan Air Baku Dinas Pengairan Sumber Daya Air (DPSDA) Kabupaten Brebes, Anna Dwi Rahayuningtyas Risky saat dikonfirmasi sejumlah awak media mengatakan, sampah yang menumpuk di saluran irigasi Desa Kupu berasal dari desa-desa yang dilalui Daerah Irigasi Sungai Pemali yang masuk saluran Sawojajar. Saluran ini mulai dari Bendung Notog yang kemudian melintas di Kecamatan Songgom, Larangan, Banjaratma, dan terakhir di Desa Kupu.

“Sepertinya kesadarang masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan masih kurang,” kata Anna. Ia mengatakan, karena kurang sadar, mereka membuang sampah ke saluran irigasi.

Anna mengungkapkan, pada saluran Sawojajar sendiri diketahui ada 500 meter saluran yang dipenuhi sampah. Untuk menyingkirkanya, pihak DPSDA melakukan pembersihan secara bertahap dibantu warga.

“Dalam beberapa hari kedepan, personil untuk mengambil dari sungai akan ditambah,” ucap Anna. (*)

Leave a Reply

  • (not be published)