Seorang Kakek di Cilibur Paguyangan Cabuli 8 Anak Dibawah Umur

PortalPantura.com, Brebes – Seorang kakek warga Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Brebes, harus berurusan dengan pihak berwajib lantaran dituduh melakukan pencabulan terhadap 8 anak dibawah umur. Kakek bernama Slamet Riyadi tersebut digelandang ke Mapolres Brebes, Sabtu (7/12/2019) oleh Satreskrim Polres Brebes setelah mendapat laporan dari warga.

Kelakuan bejad sang kakek yang berusia 55 tahun tersebut dilakukan pada Selasa (3/12/2019) lalu saat tengah hari di sebuah warung kosong yang terletak di depan balai desa. Perbuatan tidak terpuji itu kemudian diberitahukan oleh seseorang yang mengetahui kejadian itu kesalah satu orang tua korban. Mendapat laporan itu, orang tua korban kemudian mengkonfirmasi ke anaknya tersebut, dan ternyata benar.

Tidak terima dengan perlakuan pelaku terhadap anaknya, orang tua korban kemudian melaporkan kejadian yang menimpa anaknya tersebut ke polisi. Berdasarkan laporan itu, polisi kemudian menangkap pelaku di rumahnya pada Sabtu (7/12/2019).

Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono kepada sejumlah awak media mengatakan, pengungkapan adanya pencabulan anak dibawah umur tersebut berkat adanya laporan dari orang tua korban. “Dari informasi yang kita terima, korbannya ada delapan anak yang masih di bawah umur,” ucap AKBP Aris Supriyono,” ucapnya.

Sementara, pelaku berhasil mencabuli para korbanya dengan mengiming-imingi korban dengan uang total sebesar Rp28 ribu yang diberikan kepada empat korbanya. Namun, pelaku membantah korbanya sampai 8 anak.

“Seingat saya hanya 5 anak,” bantah pelaku. Ia menuturkan, dirinya hanya memberi uang kepada korban sebesar Rp4 ribu agar mau dicium.

Sementara, atas perbuatanya pelaku diancam dengan Pasal 82 UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman kurungan penjara maksimal 15 tahun penjara.***

(yp01bma/3h)

Baca juga

Tulis komentar dibawah ini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Powered by