Sistem Persampahan di Bantarkawung Dikelola Bumdes

Ilustrasi.

BREBES – Untuk mengatasi persoalan sampah di Desa Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung pemerintah desa setempat menunjuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Serba Usaha (Serbu) untuk mengelola sampah yang dihasilkan dari rumah warga.

Manajer BUMDes Serbu Desa Bantarkawung, Ripin mengatakan, sampah-sampah yang diproduksi rumah tangga diangkut ke penampungan sementara sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kami pungut sampah untuk sementara satu minggu dua kali,” kata Ripin. Ia menambahkan, sampah-sampah rumah tangga tersebut di pungut setiap hari Selasa dan Jum’at.

Ripin mengungkapkan, untuk menampung sampah disediakan bak sampah sebanyak 260 unit yang tersebar di seluruh perdukuhan. Karena unit terbatas, setiap Rukun Tangga (RT) hanya disediakan 10 unit. Padahal, di Desa Bantarkawung sendiri terdapat 26 RT.

Untuk mengangkut sampah dari masing-masing RT ke penampungan sementara digunakan dua unit gerobag sampah dibantu dengan armada dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes.

“Kami memiliki delapan petugas pemungut sampah per RW,” ungkap Ripin. Biaya operasional pengelolaan sampah ini, setiap warga dikenakan iuran sebesar Rp.20 ribu per bulan yang ditarik oleh ketua RT setempat. Uang sampah yang ditarik tersebut kemudian di setor ke BUMDes Serbu.

Kepala Desa Bantarkawung M Rifai mengatakan, persoalan sampah merupakan persoalan yang ada dimana-mana. Untuk memecahka persoalan tersebut, Pemdes Bantarkawung menunjuk BUMDes untuk mengelola sistem persampahan itu melalui Peraturan Desa (Perdes) Nomor 6/11/2019.

“Dengan pengelolaan sampah yang baik dan benar diharapkan kesehatan dan kebersihan lingkungan bisa tetap terjaga,” kata Rifai. (Yd)

Baca juga

Tulis komentar dibawah ini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Powered by