SLB di Bumiayu Butuh Perhatian

Siswa SLB Mutiara Hati Bumiayu sedang menari
MENARI - Siswa disabilitas SLB Mutiara Hati Bumiayu sedang menari pada pentas seni dalam rangka HUT ke-10 Yayasan Penanggulangan Anak Berkebutuhan Khusus Mutiara Hati, Selasa (04/02/2020). Foto: Yudhi Prasetyo.

BREBES Sekolah Luar Biasa (SLB) di Bumiayu butuh perhatian semua pihak. Di usia yang ke-10 ini SLB Mutiara Hati yang berada di Desa Laren membutuhkan sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar agar disabilitas bisa belajar dengan nyaman dan memadai.

Kepala SLB Mutiara Hati Bumiayu, Erne Octaviyanti mengatakan, SLB yang dipimpinya telah ada sejak tahun 2010 silam. Sekolah ini didirikan berawal dari seorang psioterapi yang memiliki banyak pasien usia sekolah. Berbagai anak berkebutuhan khusus bersekolah disini. “Siswa berasal dari Kabupaten Brebes wilayah selatan,” katanya.

Sejauh ini, SLB yang berlokasi dekat dengan jalan raya Laren-Bumiayu ini memiliki sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) dan SMP. Kedepan, SLB dibawah naungan Yayasan Penanggulangan Anak Berkebutuhan khusus ini juga akan mendirikan Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Kita memiliki Sembilan Rombongan belajar (Ronbel). 6 rombel untuk SD dan 3 rombel untuk SMP,” ungkap Erne. Untuk jumlah siswa sebanyak 41 anak untuk SD dan 24 siswa SMP.

Erne juga mengungkapkan, jumlah guru yang terbatas menjadi kendala tersendiri sehingga tidak bisa mengcover seluruh siswa.

Meskipun telah berusia 10 tahun, SLB Mutiara Hati masih memiliki banyak kekurangan seperti tenaga pengajar yang belum linier atau sesuai dengan bidangnya. “Guru-guru disini belum linier dan masih sarjana PGSD Umum, bukan PGSD SLB,” ucap Erne.

Jumlah ruang kelas yang ada disekolah tersebut juga masih terbatas sehingga perlu disiasati agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik. Meskipun demikian, SLB Mutiara Hati telah memperoleh akreditasi B.

Untuk operasional SLB ditopang menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan donasi dari donatur yang  memiliki kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus.

“Kami juga telah menerima bantuan kursi roda dari gubernur, Al Qur’an digital dan alat bantu dengar dari Dinas Sosial Kabupaten Brebes,” Tutut Erne.

Sementara, Ketua Yayasan Penanggulangan Anak Berkebutuhan Khusus, Alfian Ari Wibowo mengatakan, yayasan dibawah kepemimpinanya akan terus meningkatkan kualitas SLB naunganya tersebut. “Insya Alloh kami terus meningkatkan kualitas sekolah kami, terlebih beberapa waktu lalu telah menerima akreditasi B,” katanya.

Harapan kedepan, semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat yang peduli terhadap pendidikan disabilitas dapat lebih memperhatikan SLB Mutiara Hati karena sekolah ini merupakan sekolah luar biasa satu-satunya di Kabupaten Brebes wilayah selatan. (Yd)

Baca juga

Tulis komentar dibawah ini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Powered by