PORTALPANTURA.COM, BREBES:

Tanggul sungai Babakan di dekat Pasar Ciremai Kecamatan Ketanggungan, Brebes, Jawa Tengah jebol Rabu (08/01/2020) malam. Jebolnya tanggul karena tidak mampu menampung air sungai yang meningkat akibat hujan deras yang mengguyur sebelum kejadian. Akibatnya, pemukiman warga dan ruas jalan raya Pejagan-Purwokerto terendam.

Lalu Lintas Terhambat, Warga Dievakuasi

Jalan Raya Pejagan-Purwokerto yang ikut terendam banjir membuat arus lalu lintas terhambat. Tinggi genangan mencapai 1,5 meter. Sementara warga yang rumahnya terendam dievakuasi ke tempat yang lebih aman oleh petugas dan relawan.

Wakil Bupati dan Dandim Tinjau Tanggul Jebol

Pasca banjir, Wakil Bupati Brebes Narjo SH dan Dandim 0713 Brebes meninjau lokasi tanggul yang jebol. Keduanya menyempatkan diri turun ke bawah jembatan. Terlihat alat berat di lokasi tersebut.

“Saat ini, masyarakat terdampak banjir dibantu tim gabungan gotong royong membersihkan rumah. Dari enam desa yang terdampak banjir, semuanya kondisinya hampir sama,” ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes, Nursy Mansyur disela peninjauan, Kamis (09/01/2020).

Nursy juga menyatakan bahwa tadi pagi BPBD sudah mulai mendirikan dapur umum. Tujuannya untuk menyuplai logistik korban terdampak banjir. Untuk jumlah pengungsi masih ada beberapa.

“Yang lain sudah kembali ke rumah masing-masing. Dapur umum dan titik pengungsian berada di Koramil 15 Ketanggungan,” ujar Nursy.

Ada Empat Titik Tanggul Jebol

Hingga kini, selain limpasan sungai, banjir bandang terjadi disebabkan jebolnya empat titik tanggul Sungai Babakan, Brebes.

“Di Ketanggungan ada tiga titik yang jebol. Kemudian di Cikeusal Lor satu titik. Saat ini juga sedang ditangani sementara dengan karung berisi pasir dan batu,” ungkapnya.

Sementara, Desa terdampak korban banjir Sungai Babakan di Kecamatan Keganggungan yakni Desa Sindangjaya, Pamedaran, Cikeusal Lor, Ketanggungan, Karangmalang dan Desa Dukuhturi.

Ancaman Banjir Masih Hantui Warga

Ancaman banjir masih menghantui ribuan warga di beberapa desa yang dilalui aliran sungai di Kabupaten Brebes. Pasalnya, beberapa sungai tersebut mengalami pendangkalan dan tanggul kondisinya kritis di beberapa titik.

Di antaranya Sungai Babakan yang melintasi Kecamatan Banjarharjo dan Kecamatan Ketanggungan. Sungai tersebut limpas karena tak mampu menampung debit air berlebih saat terjadi hujan deras.

Bahkan tanggul sungai sangat rendah sehingga air menggenangi ratusan rumah warga di Ketanggungan.

Sedimentasi Sungai Tinggi

Seorang warga Kecamatan Ketanggungan, Rizki mengatakan, banjir yang terjadi karena sedimentasi Sungai Babakan yang masuk wilayah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung itu cukup tinggi.

Selain itu, katanya lagi, beberapa titik tanggul sungai juga rendah karena tergerus aliran air. Dampaknya, air limpas ke permukiman dan menggenangi ratusan rumah warga dan jalan.

“Karena itu, kami berharap ada tindak lanjut berupa pengerukan sedimentasi dan perbaikan tanggul. Jika tidak, maka setiap terjadi hujan maka kami akan terendam banjir,” katanya kepada Wakil Bupati saat mendampingi peninjauan di lokasi tanggul jebol.

Dirinya dan warga merasa khawatir saat terjadi hujan, terlebih lagi, dalam waktu beberapa hari terakhir, hujan turun dengan intensitas yang cukup tinggi.

“Kami khawatir jika terjadi banjir lagi. Setiap hari kami dihantui rasa was-was,” ucapnya.

Tanggul yang Jebol Ditangani

Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Faisal Amri SE Mengatakan, agar tidak kembali terjadi banjir, Tim Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kabupaten Brebes dibantu relawan dan masyarakat, serta alat berat (beko). Juga tengah melakukan penanganan beberapa titik tanggul yang kritis menggunakan karung pasir.

“Pekerjaan ini dilakukan baik TNI, Polri, instansi terkait, masyarakat di sekitar Sungai Babakan serta relawan lainnya,” tutur Faisal saat melakukan peninjauan bersama Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Kepala BPBD Brebes Nurshy Mansur serta Kepala BPPKAD DR Angkatno MPd, BBWS dan Dinas terkait.

Pihak BBWS telah medatangkan langsung alat berat untuk memperbaiki tanggul yang sudah terkikis dan jebol pada Rabu (08/01/2020) malam.

Alat berat tersebut akan mengeruk sungai yang sudah mulai dangkal dan untuk dibuat tanggul agar lebih tinggi.

“Langkah ini dilakukan untuk memperkuat tanggul Babakan serta meminimalisir bencana banjir di puncak musim penghujan ini,” jelas Kepala BPBD Nursy.

“Semoga dengan penanganan seperti itu tidak ada lagi rumah warga yang terendam akibat limpasan air dari sungai,” harapnya. (Rls/HmsBbs)

Leave a Reply

  • (not be published)