2000 Pelajar dan Warga Lakukan Penanaman 10.500 Pohon di Kawasan Tol Brebes-Tegal

Header Menu

2000 Pelajar dan Warga Lakukan Penanaman 10.500 Pohon di Kawasan Tol Brebes-Tegal

Sabtu, 17 November 2018

Untuk mencegah kerusakan alam di masa yang akan datang, 2000 pelajar tanam ribuan pohon di sekitar tol Pejagan-Pemalang.

Pelajar tengah menanam pohon di sekitar jalan Tol Pejagan-Pemalang. - Foto: Wijayanto

TEGAL - Sebanyak 2000 pelajar dan warga dari Kota dan Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menanam 10.500‎ pohon di sekitar jalan tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah tepatnya di ruas Brebes hingga Tegal, Sabtu (17/11/2018).  Kegiatan ini diharapkan bisa mencegah terjadinya banjir dan kerusakan lingkungan dimasa akan datang.

Para pelajar yang melakukan penanaman di ruas tol yang baru dioperasikan itu berasal dari sejumlah SMA dan SMK di Kota dan Kabupaten Tegal. Sedangkan warga yang ‎ikut serta merupakan anggota Ikatan Keluarga Besar Tegal (IKBT) Bahari-Ayu yang datang dari wilayah Jakarta dan sekitarnya, dan juga yang ada di wilayah Tegal.

 Mereka bersama-sama menanam berbagai jenis pohon kayu di antaranya trembesi, sengon, mahoni,‎ cemara, dan ketapang, serta pohon buah-buahan seperti mangga, jambu, dan sirsak. Kondisi cuaca yang cukup panas tak menyurutkan semangat para peserta dalam mengikuti kegiatan penghijauan itu.

Selain pelajar dan masyarakat, sejumlah pejabat Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pemerintah Kabupaten dan Kota Tegal, Perhutani, PT Waskita Karya, Polri dan TNI juga ikut serta dalam kegiatan tersebut.


Ketua Umum IKBT ‎Bahari-Ayu, Suswono, mengatakan, penanaman pohon merupakan bentuk kepedulian warga setelah beberapa wilayah di Kabupaten dan Kota Tegal dilanda banjir saat musim hujan tahun lalu.

"Hari ini kita awali dengan cara menanam pohon untuk menciptakan ruang terbuka hijau untuk resapan air sehingga dapat mencegah banjir,"‎ katanya di sela acara penanaman.

Menurut mantan Menteri Pertanian era Presiden SBY itu, langkah tersebut juga sebagai bentuk penyadaran kepada masyarakat sehingga menanam pohon untuk penghijauan bisa menjadi‎ budaya di masyarakat.

‎"Langkah awal, yang kami lakukan untuk pencanangan saat ini ada 10.500 batang pohon yang ditanam. Kita juga sudah ada kesepahaman, bekerjasama dengan bupati dan wali kota untuk melaksanakan penghijauan antar kecamatan. Setelah tumbuh dan berbuah, hasilnya nanti bisa untuk masyarakat," sebutnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Waskita Toll Road, Herwidiakto, yang hadir mengapresiasi para pelajar dan warga berlatar profesi yang memiliki kesadaran untuk melakukan penghijauan.

"Ini luar biasa masyarakat sekitar punya kesadaran penghijauan apalagi di ruas tol. Ini bisa menjadi trigger (pemicu) bagi kita semua yang di bawah Waskita Toll Road. Jadi misalkan ini 10.500, kita akan lanjutkan sepanjang tol PPTR ini untuk penghijauan," ujarnya.

Herdiwiakto menegaskan, pohon-pohon yang sudah ditanam akan‎ dilakukan pemeliharaan oleh PT Pejagan-Pemalang Toll Road selaku pengelola ruas tol Pejagan-Pemalang bersama-sama masyarakat.

"Yang penting jangan nanam terus lupakan. Harus dipelihara. Kita tidak bisa bilang semua yang ditanam bisa 100 % tumbuh. Mudah-mudahan kita maksimalkan bisa 95 %. Yang penting setelah menanam kan itu, dipelihara," tandasnya.

Sementara itu, salah seorang pelajar yang ikut menanam, Lutfiatun Latifah (16) mengaku senang bisa ikut melakukan penanaman pohon.

“Sebagai generasi muda senang dan harus ikut melakukan penghijauan untuk mencegah bencana alam. Penanaman di sekitar tol ini juga bisa membuat kondisi tol tidak gersang dan panas,” tutur siswa kelas 10 SMK YPT Kota Tegal ini. (*)


Pewarta: K Wijayanto