Bantuan Pemerintah Belum Menyentuh Warga yang Rumahnya Hampir Ambruk di Bulakamba

Bantuan Pemerintah Belum Menyentuh Warga yang Rumahnya Hampir Ambruk di Bulakamba

Selasa, 13 November 2018

Sepasang suami istri dan anaknya hidup dalam waswas. Pasalnya, rumahnya yang rapuh bisa ambruk sewaktu-waktu dan bisa mengancam keselamatan mereka.

Sebagian dinding rumah Fatimah telah ambruk karena rapuh dimakan usia. - Foto: Ripto.

BULAKAMBA - Sebuah keluarga yang tinggal di RT 02 RW 05 Desa Cipelem, Kecamatan Bulakamba, Brebes hidup dalam garis kemiskinan. Keluarga tersebut bertahun-tahun mendiami rumah yang nyaris ambruk tanpa bantuan pemerintah.

Penghuni rumah tersebut adalah pasangan Torikin (29) dan Fatimah (30). Keduanya tinggal bersama dengan anaknya Diana (18), Ayu Tia (14), Chandra (10), dan Rifani (4).

Fatimah, salah satu penghuni rumah tersebut mengaku telah menempati rumah tersebut sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu bersama suami dan anaknya.

Bangunan yang berukuran 5x7 meter persegi tersebut selama ditempati tidak pernah direhab karena keterbatasan ekonomi. Kini, kondisi rumah tersebut telah rapuh dan nyaris ambruk. Dinding ruang tamu telah retak dan ambrol sehingga terlihat jelas dari luar.

Kondisi memprihatinkan juga terlihat pada dinding muka rumah yang terlihat miring. Sementara pada bagian dalam rumah terdapat bambu-bambu untuk menyangga atap agar tidak ambrol.

"Saya setiap hari merasa khawatir jika sewaktu-waktu ambruk dan menimpa kami." Tutur Fatimah.

Ia juga menuturkan, rasa was was bertambah ketika hujan turun apalagi disertai dengan angin kencang. Saat hujan turun, air hujan masuk disela-sela atap yang bocor.

Meskipun kondisi rumahnya memprihatinkan, namun keluarga Fatimah belum tersentuh bantuan dari pemerintah. Menurut tetangganya, keluarga Fatimah tidak mendapatkan bantuan anak sekolah seperti Kartu Indonesia Pintas (KIP). Bahkan saat warga lainya mendapat bantuan 50 ekor ayam dari pemerintah pusat, Fatimah juga tidak mendapatkan bantuan tersebut.

"Kalo beras raskin dia dapat setiap bulan, tapi bantuan-bantuan lainya tidak dapat." Kata salah seorang tetangga Fatimah.

Sementara, Sekretaris Kecamatan Bulakamba Eko Supriyanto mengaku belum mendapat laporan keberadaan keluarga miskin tersebut dari pemerintah desa setempat. Ia berjanji akan mengecek secara langsung dan jika benar ada, pihaknya akan mengupayakan rehab rumah melalui program RTLH maupun bantuan lainya.

"Kalau memang benar, kami akan upayakan pemberian bantuan kepada yang bersangkutan." Kata Eko. (*)


Pewarta: Ripto
Penyunting: Yudhi Prasetyo