Kejaksaan Siap Dampingi Pelaksanaan Dana Desa

Kejaksaan Siap Dampingi Pelaksanaan Dana Desa

Selasa, 06 November 2018

Kepala Kejaksaan Negeri Brebes Transiswara Adhi SH MHum mengatakan dihadapan kepala desa se Kecamatan Paguyangan bahwa Kejaksaan Negeri Brebes bisa memberi pendampingan dalam pelaksanaan dana desa. - Foto: Yudhi Prasetyo.

PAGUYANGAN - Kepala Desa diminta untuk menggunakan Dana Desa sesuai dengan peruntukanya atau sesuai dengan aturan yang berlaku. Agar pelaksanaanya sesuai dengan peraturan yang berlaku, maka Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes siap mendampingi desa dalam melaksanakan penggunaan Dana Desa.

"Kita mempunyai TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Deaerah), nanti kecamatan maupun desa bisa mengajukan pendampingan kepada kami." Kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes, Transiswara Adhi SH MHum usai menghadiri acara Jaksa Masuk Masjid di Masjid Al Hidayah Jalan Raya Pagojengan-Paguyangan, Selasa (6/11/2018).

Transiswara mengatakan, pendampingan dilakukan secara administrasi. Pendampingan sendiri dilakukan mulai perencanaan sampai dengan pelaksanaan.

"Pendampingan berkolaborasi dengan inspektorat." Imbuh Transiswara.


Sementara Kepala Seksi Intelijen Kejari Brebes Hardiansyah mengatakan, Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) di tetapkan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2015 yang berkedudukan di Kejaksaan Agung RI. Untuk tingkat Provinsi berkedudukan di Kejaksaan Tinggi dengan nama TP4P. Sedangkan di tingkat kabupaten/kota berkedudukan di kejaksaan negeri dengan nama TP4D.

TP4D sendiri hadir karena adanya permasalahan dan kriminilalisasi terhadap penerima dana, termasuk penerima Dana Desa. "TP4D menjauhkan stigma kriminalisasi." Kata Hardi.

Hardi juga menyayangkan kepada desa yang dalam pelaksanaan pembangunanya tidak diiringi dengan perecanaan yang matang.

Permasalahan yang timbul berkaitan dengan dana desa lainya seperti tidak adanya transparansi pengunaan dana desa yang dibuktikan dengan bukti pendukung. "Permasalahan lainya yakni pengerjaan yang seharusnya dikerjakan swakelola tetapi dilakukan menggunakan rekanan." Kata Hardi. (*)

Pewarta: Yudhi Prasetyo