Puspaga, Upaya Pemerintah Melindungi Perempuan dan Anak dari Tindak Kekerasan

Puspaga, Upaya Pemerintah Melindungi Perempuan dan Anak dari Tindak Kekerasan

Rabu, 07 November 2018

Puspaga merupakan tempat pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera.

Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH memberikan hadiah kepada anak hebat dalam acara Gebyar Puspaga di Waduk Penjalin, Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Rabu (7/11/2018). - Foto: Yudhi Prasetyo.

PAGUYANGAN - Semua Masyarakat diharapkan berani melapor jika melihat ada kekerasan terhadap perempuan dan anak. Laporan bisa ke Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) maupun polisi. Demikian dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3KB), Ririn Pujiastuti dalam sambutanya pada Gebyar Puspaga di Waduk Penjalin, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Rabu (7/11/2018).

"Gebyar Puspaga ini untuk menguatkan peran Puspaga sebagai upaya perlindungan kekerasan terhadap perempuan dan anak." Kata Ririn.

Puspaga sendiri sebagai tempat pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera yang dilakukan oleh tenaga profesional. Kegiatanya meliputi konseling, pencegahan, adukasi dan konsultasi.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dalam sambutan yang dibacakan oleh Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH mengatakan, Puspaga hadir untuk menguatkan kualitas keluarga.

"Perempuan mempunyai peran penting dalam membangun bangsa." Kata Idza dalam sambutanya. Ditambahkan, dengan keberadaan Puspaga diharapkan kehidupan anak dapat terjamin keselamatanya.

Beberapa wakyu lalu juga telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) PPA. Pembentukan satgas ini untuk tindakan preventif sekaligus mengurangi angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih kerap terjadi.

"Satgas PPA dan Puspaga diharapkan bisa berkoordinasi." Kata Idza dalam sambutanya.

Sementara, Atilatul Munawaroh MPd dari Tiara mengatakan, masyarakat harus memahami dan mengerti jenis-jenis kekerasa terhadap anak dan perempuan. Jenis-jenis tersebut seperti Kekerasan fisik, bully, seksual, dan kekerasan verbal. (*)


Pewarta: Yudhi Prasetyo