Satgas Pangan dan Bulog Pantau Harga Kebutuhan Pokok

Header Menu

Satgas Pangan dan Bulog Pantau Harga Kebutuhan Pokok

Kamis, 22 November 2018

Pantauan dilakukan menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019

FOTO: Wijatanyo/PortalPantura - Petugas mendatangi pedagang pasar memantau harga menjelang Natal dan Tahun Baru 2019.

TEGAL - Untuk mengatahui harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan tahun baru 2019, Satgas Pangan dan Bulog menggelar sidak ke sejumlah pasar di Kabupaten Tegal, Kamis (22/11/2018). Dari sidak tersebut dikatahui sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

Di Pasar Trayeman, Kabupaten Tegal, harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan diantaranya Beras jenis C4 mengalami kenaikan sebesar Rp500 yang semula dijual dengan harga Rp9.500.000 kini dijual dengan harga Rp10.000.

Eko (43), salah seorang pedagang Pasar Traayeman menyebut, kenaikan sejumlah harga mulai terasa sejak tiga hari terakhir. "Ada yang naik ada juga yang justru turun." Tuturnya.

Kebutuhan lainya seperti telur juga mengalami kenaikan. Pedagang sekarang menjual telur Rp22.000 perkilo dari semula dijual hanya Rp20.000.

Meskipun beberapa kebutuhan mengalami kenaikan, namun ada kebutuhan yang justru mengalami penurunan seperti minyak goreng yang kini dijual dengan harga Rp9.000 dari semula Rp10.000 atau mengalami penurunan sebesar Rp1.000 per liter.

Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo menuturkan, pengecekan yang dilakukan bersama instansi terkait sebagai salah satu antisipasi melonjaknya kebutuhan harga pokok menjelang Natal dan tahun baru 2019.

"Menjelang hari besar keagamaan kami cek ke lapangan. Kami juga telah melaksanakan rakor terkait kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru."  Kata Bambang.

Ia menambahkan, masyarakat untuk tidak kewatir kelangkaan bahan pokok. Karena dari hasil pengecekan harga-harga cenderung turun. Meskipun turun, harapanya persediaan bahan pokok tersebut tersedian dan harganya stabil.

Bambang menuturkan, stok beras di Bulog saat ini ada 10.400 ton. Jumlah tersebut sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pihaknya juga terus memastikan tidak ada penyimpangan harga maupun stock di lapangan. (*)


Pewarta: Wijayanto