Siswa SMK Mutu Bumi Belajar Digital Forensik

Header Menu

Siswa SMK Mutu Bumi Belajar Digital Forensik

Jumat, 23 November 2018

Peserta merupakan siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Selain belajar digital forensik, siswa juga belajar pemrograman web.

FOTO: Yudhi Prasetyo/PortalPantura - Pemateri tengah memberikan makalahnya kepada peserta.

BUMIAYU - Siswa kelas 12 SMK Muhammadiyah 1 Bumiayu (Mutu Bumi) mengikiti workshop pemrograman web dan digital forensik di kampus sekolah setempat. Acara yang diisi oleh pemateri dari Universitas Ahmad Dhahlan Yogyakarta itu berlangsung 22-23 November 2018.

Kepala SMK Mutu Bumi, Daswalidin SPd mengatakan, workshop tersebut termasuk dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di SMK Mutu Bumi. "Acara ini juga untuk menguatkan brand jurusan TKJ." Katanya.

Diharapkan, program semacam ini berlanjut ke jenjang berikutnya. Artinya, siswa diharapkan bisa mendesign web yang bagus dan menarik.

Upaya peningkatan mutu di SMK Mutu Bumi telah dilaksanakan sebelumnya untuk jurusan-jurusan lainya yakni jurusan TKR telah menyempurnakan program service nya dengan menggelar layanan service gratis bersama dengan Nasmoco Tegal beberapa waktu lalu. Sementara untuk jurusan Akuntansi juga telah membuat minibank untuk semua warga sekolah.

Salah seorang peserta workshop, Alamsyah mengaku senang bisa belajar membuat web secara gratis. "Kami juga diajari mencari file yang telah di hapus d flash disk." Ungkapnya.

Alamsyah mengaku pada awalnya mengalami kesulitan dalam mengenali istilah pemrograman, namun lama kelamaan terbiasa dengan istilah tersebut.

Sementara, Ahmadi, pemateri workshop dari Universitas Ahmad Dhahlan menuturkan jika belajar pemrograman web dan digital forensik membutuhkan kesabaran dan ketelitian.

"Adik-adik yang saya ajari ini terlihat bekerja keras dan ternyata mampu mengatasi masalah yang dihadapinya itu." Kata Ahmadi.

Ia menuturkan, kemampuan peserta workshop berbeda-beda sehingga tidak heran ada yang mampu menyelesaikan tugas dengan baik ada pula yang belum mampu menyelesaikanya.

"Secara umum mereka berhasil belajar pemrograman web dasar dan penanganan digital forensik." Pungkasnya. (Yud/PP)