Terungkap...!!, Mengapa Konsonsumsi Garam Beryodium Itu Penting

Terungkap...!!, Mengapa Konsonsumsi Garam Beryodium Itu Penting

Rabu, 21 November 2018

Yodium penting bagi tubuh, untuk mendapatkanya tidak melulu mengandalkan garam beryodium saja.

Ilustrasi

KESEHATAN - Garam sebenarnya tidak sekedar sebagai bahan pelengkap makanan saja, tetapi garam juga dibutuhkan untuk kesehatan tubuh karena memiliki kebaikan yang terkandung di dalamnya.

Tidak semua garam mengandung kebaikan di dalamnya. Garam yang baik merupakan garam yang mengandung yodium. Zat yodium yang terkandung dalam garam dapat memproduksi hormon tiroid yang berfungsi untuk mengatur keberlangsungan proses metabolisme di dalam tubuh secara ideal dan fungsi tubuh lainya.

Beberapa jenis garam yang perlu diketahui, yakni garam meja, garam laut, garam hilamaya, garam kohser, dan garam celtic.

1. Garam Laut

Garam laut dibuat dengan menguapkan air laut. Jenis garam ini mengandung banyak natrium klorida alami, namun sedikit mengandung mineral. Selain itu, garam laut bisanya juga mengandung mineral kalium, zat besi, dan seng.

Mengkonsumsi garam laut bisa saja beresiko karena dibuat langsung di laut yang bisa saja air laut di lokasi pembuatanya tercemar. Semakin gelap warna garam laut bisa menjadi indikator semakin banyaknya kotoran dan kandungan mineral yang ada di dalamnya.

Rasa yang lebih kuat dibanding dengan garam meja bisa saja karena banyaknya kotoran atau kandungan mineral yang terkandung di dalam garam tersebut.

2. Garam Meja

Garam meja biasanya memiliki tekstur yang halus dan telah melalui proses yang panjang. Garam dapur juga telah diperkaya dengan zat yodium.

Kekurangan konsumsi garam beryodium pada anak-anak bisa menimbulkan keterlambatan mental dan ganguan kesehatan lainya.

3. Garam Himalaya

Meskipun namanya garam himalaya, namun garam tersebut bukan berasal dari gunung atau pegunungan himalaya tetapi berasal dari pertambangan garam Khewra Salt Mine, Pakistan. Garam ini tidak berwarna putih, namun berwarna merah muda. Warna tersebut dihasilkan dari kandungan zat besi di dalam garam tersebut.

Garam himalaya dipercaya mampu mengurangi kram otot, menjaga kesehatan gula darah, dan menjaga asam basa dalam sel. Hal tersebut karena garam himlaya mengandung 84 mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Zat-zat tersebut diantaranya  kalsium, zat besi, kalium, dan magnesium.

4. Garam Kosher

Garam kosher memiliki bentuk seperti kristal namun ringan. Garam jenis ini memiliki rasa yang tidak jauh dengan garam dapur, namun tidak mengandung yodium.

5. Garam Celtic

Jenis garam celtic memiliki ciri fisik warga abu-abu. Garam ini mengandung sejumlah mineral dan bersifat basa sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengurangi kram otot. Meskipun memiliki sejumlah mineral baik, namun kandungan natrium dalam garam jenis ini lebih rendah dibanding dengan garam meja.

Menentukan Garam yang Akan Dikonsumsi

Jenis-jenis garam yang diuraikan diatas sebenarnya baik semua. Karena pada dasarnya garam mengandung natrium klorida dan berbagai mineral penting bagi tubuh. Namun, sebaiknya pilihlah garam yang mengandung yodium karena mineral ini sangat diperlukan oleh tubuh dan garam beryodium terbukti dapat mencegah Anda dari berbagai penyakit terkait yodium.

Resiko Jika Tubuh Kekurangan dan Kelebihan Yodium

Tubuh yang kekurangan maupun kelebihan yodium dapat beresiko terkena hipotiroidisme, dan hipertiroidisme.

1. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme merupakan kondisi rendahnya tingkat hormon tiroid atau tiroksin di dalam tubuh sehingga menyebabkan gejala-gejala seperti pertambahan berat badan, kelelahan, konstipasi atau sembelit, kedinginan, dan kulit kering.

Kekurangan yodium pada anak-anak mengakibatkan perkembangan kognitif lebih rendah dari anak-anak seusianya. Sementara dampak pada ibu hamil yang parah bisa menyebabkan retardasi mental, pertumbuhan tubuh yang lambat serta perkembangan organ seksual yang lambat.

2. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme merupakan keadaan dimana tubuh kelebihan yodium sehingga kelenjar tiroid terlalu aktif. Keadaan ini bisa dipicu oleh terlaku banyak mengkonsumsi garam beryodium maupun terlalu berlebihan mengkonsumsi suplemen yodium bagi orang yang menderita kekurangan yodium.

Gejala orang yang mengalami hipertiroidisme yakni napas pendek atau dyspnea, gatal pada kulit dan rambut menipis, penyakit mata jika penderita mengidap penyakit Graves., tangan gemetar (tremor), nafsu makan bertambah tapi berat badan malah menuru, berkeringat dan sering merasa kehausan.

Dosis Yodium Dalam Tubuh

Mengkonsumsi garam beryodium dalam sehari cukup dengan setengah sendok teh. Jumlah ini sudah mencapai 2/3 dari konsumsi garam beryodium harian.

Selain dari garam, yodium bisa didapat dari ikan atau hasil olahan laut berupa kerang-kerangan. Produk harian berupa susu, keju, telur, dan yoghurt. Sayur-sayuran yang dipanen dari tanah yang kaya akan kandungan yodium, biasanya banyak ditemukan di perkebunan sekitar laut. Selain itu, konsumsi kapsul multivitamin biasanya mengandung mineral sedikitnya 150 mikrogram. (*)


Penulis: Redaksi.