Underpass Sudirman Direncanakan Diresmikan Januari 2019

Link Banner


Pembangunan underpass Sudirman Purwokerto ditargetkan selesai akhir Desember tahun 2018 dan akan diresmikan pada Januari 2019 mendatang.

Setda Kabupaten Banyumas dan rombongan meninjau proyek pembangunan underpass Sudirman. - Foto: Parsito.

PURWOKERTO - Proyek underpass Sudirman di Kelurahan Pasir Muncang, Kecamatan Purwokerto Barat progres pembangunanya telah mencapai 90 persen. Jalan yang melintas dibawah rel kereta api tersebut rencananya akan di resmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Januari 2019 mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas Ir Irawadi CES menyebut, pembangunan jalan underpass ini dibuat melingkar dimana pembangunannya terbagi dalam dua segmen. Segmen timur menjadi tanggung jawab Pemkab Banyumas, sedangkan segmen barat menjadi tanggung jawab PT KAI.

"Di bagian timur menjadi tanggung jawab Pemkab Banyumas dengan anggaran 20 M," jelasnya.

Pengerjaan proyek tinggal pengecoran jalan dan finishing. Pengecoran jalan sisi timur belum dilakukan karena masih digunakan untuk akses menunju jembatan proyek underpass.

“Terkait hujan yang sudah mulai turun Irawadi memastikan itu tidak mengganggu penyelesaian pengerjaan pengecoran, karena dilakukan perblog dan ditutup dengan terpal, bahkan hasil pengecoran akan lebih bagus” jelasnya

Irawadi juga menyampaikan hasil kunjungan kerja Bupati Banyumas ke Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu menghasilkan beberapa kesepakatan dalam penanganan infrastruktur strategis di Kabupaten Banyumas diantaranya infrastruktur jalan jembatan; infrastruktur sumber daya air dan irigasi; infrastruktur perhubungan khususnya perkeretaapian dan infrastruktur penunjang lainnya.

“Pada Tahun 2018 seluruh jalan nasional di Kab Banyumas dilakukan Preservasi / Rekonstruksi ruas jalan sepanjang 68,03 km dan Penanganan jembatan 735,90 m dengan total anggaran Rp. 55,484 Milyar dan sudah diprogramkan kegiatan lanjutan tahun 2019 dengan anggaran Rp. 66,6 Milyar,” katanya.

Irawadi menambahkan, Bupati juga mengajukan usulan Pembangunan Jalan Lingkar Patikraja – Purwokerto dimana Tahun 2018 Pemkab sudah melakukan proses pembebasan lahan serta dipercepatnya Pembangunan Tol Brebes – Wangon – Cilacap yang pada saat evaluasi arus mudik balik 2018 menjadi salah satu usulan jangka menengah oleh Kementerian PUPR.

Selain itu usulan Penyediaan Air Irigasi 3 (tiga) Kecamatan di Kabupaten Banyumas (Kecamatan Purwojati, Rawalo dan Kebasen), sudah mendapatkan alokasi anggaran Direktorat Jenderal Sumber daya Air untuk rehabilitasi Daerah Irigasi Serayu (anggaran multiyears) dari tahun 2017-2020 sebesar Rp 500 milyar dan rehabilitasi Daerah Irigasi Tajum (anggaran multiyears) dari tahun 2017-2019 sebesar Rp 125 milyar.

Usulan lain adalah pembangunan Embung Sangkur (Desa Kebasen, Kecamatan Kebasen) sebagai middle list (jangka menengah) akan mengairi sawah seluas 143 ha di DI Kebasen yang merupakan satu sistem interkoneksi dengan DI Serayu. Kemudian Penambahan sollar cell untuk mendukung pompa Kebasen eksisting sebagai short list (jangka pendek) akan mengairi sawah seluas 143 ha.

“Embung Kaliurip (Desa Kaliurip Kecamatan Purwojati) akan mengairi sawah tadah hujan di kecamatan Purwojati seluas 640 ha sebagai suplesi DI Tajum serta Embung Darek (Desa Tipar Kecamatan Rawalo) untuk suplesi ke DI Tajum yang akan mengairi sawah yang kekeringan di hilir saluran induk Tajum,” katanya.

Sementara,  Sekda Banyumas Ir Wahyu Budi Saptono Msi saat meninjau pembangunan underpass Sudirman mengatakan, Pembangunan underpass bertujuan untuk mengurai kemacetan di Jalan Jenderal Soedirman sisi barat Kota Purwokerto karena ditempat tersebut terdapat perlintasan kereta api sebidang. (*)


Pewarta: Parsito
Loading...
Informasi liputan, kritik dan saran hubungi:
Email: portalpantura@gmail.com
Telepon/SMS:
081-904-941-123
Komentar: