Warga NU Diminta Pelihara Seni Tradisi Islam

Header Menu

Warga NU Diminta Pelihara Seni Tradisi Islam

Senin, 05 November 2018

Peserta Pentas Seni Hadroh tampil di depan juri. Pentas seni semacam ini bisa memelihara seni tradisi yang terancam akibat Teknologi Informasi yang terus berkembang. - Foto: Dok. Humas Brebes.

SONGGOM - Derasnya arus Teknologi Informasi berakibat semakin tergerusnya seni tradisi, termasuk seni tradisi Islam. Untuk itulah setiap warga Nahdhotul Ulama (NU) bersama-sama memelihara seni tradisi yang telah ada.

“Dengan menggelar seni tradisi islami seperti hadroh ini, maka generasi muda otomatis akan mengshare ke media sosial, dan itu sangat ampuh untuk menyebarkan dan memperkuat seni tradisi,” ujar Wakil Ketua Pimpinan Muslimat NU Jawa Tengah Dra Hj Nurhasanah saat membuka Pentas Seni Jawa Tengah, Pentas Seni Hadroh di Pondok Pesantren Modern Al Falah Desa Jatirokeh, Kec Songgom, Brebes.

Dia prihatin kalau anak anak muda tidak dibudayakan menggeluti seni tradisi maka dikhawatirkan akan hilang seni tradisi, seperti seni hadroh akibat memilih budaya bangsa lain. Memilih budaya asing tidak hanya dilakukan anak anak kota tapi juga anak anak desa, karena canggihnya IT sangat mudah sekali anak-anak mengakses budaya asing.

“Kita harus bersama-sama membentengi dengan cara berbuat menggelar berbagai event seni budaya Jawa Tengah,” ajak anggota komisi E DPRD Jateng itu.

Dengan menggelar pentas seni hadroh, lanjutnya, berarti pula menjunjung tinggi budaya islami yang pernah dibawa para wali sanga.

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Brebes Dra Hj Chulasoh melaporkan, kegiatan pentas seni Jawa Tengah terselenggara atas kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dengan PW Muslimat NU Jateng dan PC NU Brebes.

“Secara rutin, Kabupaten Brebes menggelar kegiatan pentas seni untuk menjaga tradisi seni islami. Pentas ini tidak dilombakan, hanya dipentaskan sebagai upaya sosialisasi dan kaderisasi kecintaan terhadap seni hadroh,” tuturnya.

Pada pentas kali ini, lanjutnya, diikuti 8 grup hadroh dari 8 Kecamatan di Kabupaten Brebes. Tiap grup hanya mementaskan dua buah hadroh dengan suguhan yang menarik dan menghibur. (*)



Pewarta: Yudhi Prasetyo from Humas Brebes