25.180 Hektar Lahan Pertanian Kembali Teraliri Air

Link Banner


Sebelumnya bendung Notog ditutup selama 4 bulan karena ada perbaikan pintu air dan saluran air yang mengakibatkan lahan pertanian tidak mendapat suplai air dari bendung tersebut

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti melepas benih ikan di bendung Notok usai membuka pintu air tersebut.
(Foto: Dok. Seksi HKP Dinkominfotik Brebes)


BREBES - 25.180 hektar lahan pertanian di Kabupaten Brebes kembali teraliri air setelah selama 4 bulan tidak dapat pasokan air karena pintu air Notog di Kecamatan Songgom ditutup selama perbaikan pintu air dan saluran air.

Pembukaan pintu air Notog ditandai dengan penggunitingan pita dan penekanan tombol elektrik pintu air oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Sabtu (1/11/2018) di bendungan tersebut.

Dengan dibukannya kembali pintu air Notog, Idza berharap para petani bisa kembali menikmati aliran air dari bendung notog tersebut dan kembali beraktivitas tanpa harus mengebor air tanah.

"Bendung Notog ini mampu mengaliri lebih dari  25.180 hektar ladang dan sawah yang disalurkan melewati 60 saluran sekunder." Kata Idza.

Dari Pintu Air Bendung Notog yang merupakan aliran Sungai Pemali, akan mengaliri 9 Kecamatan yang terbagi kedalam dua jenis saluran sekunder yaitu Pemali Kanan meliputi 30 saluran sekunder dan Pemali Kiri meliputi 30 saluran sekunder.

Dibukanya Pintu Air Bendung Notog, lanjut Idza, diharapkan akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Brebes khususnya yang dialiri oleh Sungai Pemali.

“Semoga pertanian kita dan juga budidaya bawang merah, padi, palawija, dan termasuk perikanan sungai, hasil panennya semakin melimpah,” harap Idza.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan bahwa memasuki tahun politik 2019 dengan digelarnya Pemilu Presiden, dan pemilihan legislatif jangan sampai menimbulkan perpecahan.

“Kita harus kompak untuk membangun Kabupaten Brebes, meski beda pilihan,” tandasnya.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Kabupaten Brebes Agus Asyari menjelaskan, rehabilitasi Pintu Air Bendung Notog aliran Sungai Pemali sekunder memakan waktu 4 Bulan dan menghabiskan dana sebesar Rp 250 miliar.

Rehabilitasi daerah irigasi Pemali merupakan kewenangan Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana dan telah mengalami beberapa kali rehabilitasi.

Seperti rehabilitasi Talang Poncol sejak 2015 dan rehabilitasi daerah irigasi Pemali yang dilakukan secara bertahap pada tahun 2016 sampai 2018.

“Besar harapan kami, dalam rangka peningkatan kinerja daerah irigasi pemali, pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana dapat mengalokasikan anggaran pada tahun 2019 untuk dapat merehabilitasi Daerah Irigasi Pemali yang tidak tertangani pada tahun 2018,” desak Agus Asyari.

Usai pembukaan Pintu Air Bendung Notog, Bupati beserta Sekda Brebes Emastoni Ezam melakukan penebaran sebanyak 2000 benih ikan lele untuk menjaga kelestarian ekosistem Sungai Pemali. Bupati juga menyerahkan bantuan insentif secara simbolis kepada 500 Ulu-ulu (penjaga aliran irigasi). (Yud/PP)
Loading...
Informasi liputan, kritik dan saran hubungi:
Email: portalpantura@gmail.com
Telepon/SMS:
081-904-941-123
Komentar: