Ayam Bantuan yang Mati Akan Diganti

Ayam Bantuan yang Mati Akan Diganti

Jumat, 21 Desember 2018

Penggantian ayam mati sebenarnya tidak ada dalam perjanjian



BUMIAYU - Penerima bantuan ayam yang digelontorkan melalui program Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) Kementerian Pertanian banyak yang mati.

Di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes sendiri ayam bantuan yang mati banyak terdapat di Desa Kalinusu, Adisana,  Kalierang, dan Kalisumur.

Penanggung Jawab Program Bekerja wilayah Bumiayu Vertiana Mia Sari SH menyebut, matinya ayam bantuan tersebut karena berbagai faktor seperti stresing, manajemen penerima manfaat yang kurang tepat seperti takaran makanan yang kurang tepat ataupun kebersihan yang kurang, baik kebersihan kandang, air minum ternak, maupun lingkungan sekitar kandang.

"Salah satu faktor penyebab kematian karena mis manajemen seperti pemberian makanan yang terlalu banyak dan lain sebagainya." Kata Vertiana saat dimintai keterangan sejumlah wartawan usai memberi sambutan pada acara evaluasi program Bekerja Pada Kecamatan Bumiayu di aula Kantor Camat Bumiayu, Jum'at (21/12/2018).

Ia mengatakan, ayam-ayam yang mati tersebut telah dilaporkan ke penyedia jasa dan telah turun meninjau ke lapangan.

Vertiana mengatakan, penggantian ayam yang mati tidak 100 persen. Penggantian tersrbut juga merupakan inisiatif dari penyedia jasa.

"Sebenarnya penggantian ayam yang mati tidak ada dalam klausul kontrak kerjasama." Ungkap Vertiana.

Ayam Bantuan Boleh Dijual

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Brebes yang juga koordinator Bekerja wilayah Bumiayu Ir Gunanto mengatakan, Rumah Tangga Miskin penerima bantuan banyak yang mengeluh karena ayam yang mereka terima sudah besar, sementara pakan telah habis.

"Ayam yang diterima RTM bisa dijual untuk dibelikan ayam yang masih kecil beserta pakannya." Kata Gunanto.

Ayam yang boleh dijual tersebut diprioritaskan ayam jantan dan telah dewasa. Ayam bantuan juga boleh untuk dikonsumsi sendiri tetapi tidak boleh semuanya.

Camat Bumiayu Drs Apriyanto Sudarmoko menuturkan, bantuan ayam yang diterima di 15 desa di wilayahnya merupakan jenis ayam Joper atau Jowo Super. "Ayam ini adalah persilangan antara ayam petelur dengan ayam bangkok." Katanya.

Jenis Ayam Joper ini memiliki postur tubuh yang besar tetapi menghasilkan telur yang banyak.

Apriyanto berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terlaksananya program Bekerja tersebut. (*)

Pewarta: Yudhi Prasetyo