Islam Nusantara Banyak yang Dipahami Secara Keliru

Header Menu

Islam Nusantara Banyak yang Dipahami Secara Keliru

Sabtu, 01 Desember 2018

Belum banyak mendengar Islam Nusantara secara utuh sehingga keliru memahaminya


Sekretaris PWNU Provinsi Jawa Tengah Huda Hudallah usai membuka pembukaan Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) ke-5  PCNU Kota Tegal.
(Foto: Wijayanto/PortalPantura)


TEGAL - Sejak bergulir, konsep Islam Nusantara terus menimbulkan pro dan kontra. Bahkan banyak yang keliru memahami konsep yang sebenarnya dilakukan untuk mengamalkan ajaran Rasulullah SAW.

Itu diungkapkan Sekretaris PWNU Provinsi Jawa Tengah Huda Hudallah saat memberikan sambutan pada pembukaan Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) ke-5  PCNU Kota Tegal. Menurutnya, banyak yang belum mendengarkan penjelasan Islam Nusantara secara utuh sudah membuat pemahaman sendiri, sehingga banyak yang keliru memahaminya.

"Oleh karena itu beberapa waktu lalu, PBNU mengundang semua pengurus wilayah  untuk menangkal berbagai tudingan kepada NU melalui media sosial termasuk isu Islam Nusantara," terangnya

Menurut Hudallah, Islam Nusantara dimaknai melaksanakan Islam dengan memperhatikan tradisi dan budaya setempat. Sebab, kalau tidak memperhatikan budaya dan tradisi maka dalam pelaksanaannya akan mengalami kekeliruan dalam implementasinya.

"Islam yang murni berdasarkan ajaran Nabi Muhammad SAW yang dalam penerapannya menghormati tradisi atau budaya yang tidak bertentangan dengan Syariat Islam, itulah sejatinya Islam Nusantara,"jelasnya.

Sementara Ketua Panitia PKPNU,Ahmad Farhan, mengatakan PKPNU ke-5 diikuti Peserta sebanyak 74 orang. Melalui kegiatan ini kami berharap agar peserta mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga menjadi orang Indonesia yang benar-benar Indonesia dan orang NU yang benar-benar NU.

"Tujuannya yakni membentuk kader militan NU yang tetap memiliki semangat NKRI dan Nasionalisme,"tandas Farhan. (Wijay/PP)