Panas Bumi Belum Ditemukan Pada 3 Sumur yang Dibor

Panas Bumi Belum Ditemukan Pada 3 Sumur yang Dibor

Rabu, 19 Desember 2018

Eksplorasi panas bumi PT SAE di Baturraden belum menghasilkan panas bumi, padahal sudah ada tiga sumur yang dibor dengan biaya yang tidak sedikit

Manajer Teknik  PT SAE Albaren. (Foto: Yudhi Prasetyo/PortalPantura)

PAGUYANGAN - Aktifitas pengeboran sumur eksplorasi panas bumi Baturraden belum menemukan panas bumi yang diharapkan. 3 Titik yang dibor tersebut hanya sebagai pengumpulan data yang digunakan untuk menentukan titik-titik komprehensive eksplorasi selanjutnya.

Saat ini, PT Sejahtera Alam Energi (SAE) menghentikan aktifitas pengeboran sambil menunggu tim geologis melakukan kajian-kajian untuk menentukan titik-titik konprehensive.

"Waktu kajian atau analisa dibutuhkan waktu 3 sampai dengan 4 bulan." Kata Manajer Teknis  PT SAE Albaren, Rabu (16/12/2018) usai melakukan sosialisasi aktifitas monitoring lingkungan (ukl-upl) Kegiatan eksplorasi panas bumi baturaden semester 2 2018 di gedung serbaguna kompleks balai desa Kretek, Kecamatan Paguyangan.

Ia menambahkan, sumur-sumur yang telah dibor tersebut berada pada blok H1, H2, dan blok.F.

Sementara terkait isu bubarnya aktifitas PT SAE yang beredar di jejaring sosial, Albaren membantah hal tersebut. Isu bubarnya aktifitas PT SAE disebabkan karena adanya mobilitas alat berat dari lokasi proyek ke luar lokasi proyek.

"Ini tidak benar. Yang benar karena kontrak dengan PT Halli Burton telah habis." Ungkap Albert. Ia mengaku wajar jika alat yang dimiliki Halli Buton dibawa kembali.

Dikatakan Albaren, dalam perjanjian kontrak PT Halli Burton berkewajiban membawa kembali peralatan yang dimilikinya tersebut. (*)

Pewarta: Yudhi Prasetyo