Pemuda Bunuh Selingkuhan Ibunya

Pemuda Bunuh Selingkuhan Ibunya

Selasa, 25 Desember 2018

Sebelum dibunuh pelaku membuat janji terlebih dahulu menggunakan telepon seluler milik saudaranya

Polisi melakukan konferensi pers terkait penemuan mayat mambusuk yang ternyata dibunuh. (Foto: Wijayanto/PortalPantura)

TEGAL -  Penemuan mayat seorang pria yang kondisinya sudah membusuk Di sebuah lahan kosong di belakang Swalata  MC Mejasem Tegal, pada Senin 17 Desember 2018 Lalu terkuak. Korban ternyata tewas akibat Pembunuhan.

Mayat yang diketahui bernama Sujari (50) warga Desa Kemanggungan, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, itu dinyatakan menjadi korban pembunuhan usai hasil visum keluar pada Jumat (21/12/2018) lalu.

Pelaku pembunuhan tersebut merupakan tetangga dekat korban yang masih satu desa yakni Agus Riyanto (28).

Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto menuturkan bahwa motif pembunuhan didasari karena dendam pribadi.

Menurut Dwi, sang tersangka menyimpan dendam lantaran ibu pelaku dijadikan selingkuhan oleh korban yang sebenarnya juga telah memiliki istri.

"motifnya dendam. pelaku tidak terima ibunya jadi selingkuhan korban. Sempat kepergok juga pada tahun 2015 lalu, namun diselesaikan oleh pihak Desa. Namun ternyata, pelaku lagi-lagi mengetahui ibunya berselingkuh dengan korban. Padahal, ibu pelaki juga masih punya suami," cerita Dwi saat ekspos di Mapolres Tegal, Selasa (25/12/2018).

Kejadian bermula saat pelaku kembali mengetahui bahwa ternyata ibunya masih menjalin komunikasi dengan korban melalui sambungan telpon.

Setelah itu, Tersangka Agus yang dirundung emosi akhirnya menggunakan HP milik saudarinya untuk janjian bertemu dengan korban pada Rabu (12/12/2018) lalu.

HP saudari Agus memang diketahui menjadi alat komunikasi antara ibunya dengan korban.

Pada janjian itu, Agus mengaku sebagai ibunya untuk bisa bertemu di MC Mejasem dengan korban yang diketahui bekerja sebagai tukang rumput.

Saat korban sudah berada di tempat yang dijanjikan, Agus pun mulai menguntit hingga akhirnya mengeluarkan parang dan menyerangnya.

"Saat korban sudah berada dekat di lahan kosong, pelaku mengejarnya dengan membawa parang. Korban lebih dulu kena luka di punggung. Akhirnya dengan emosi yang meluap, sang pelaku menghabisi korban hingga tewas pada Rabu (12/12/2018) lalu," kata Dwi.

Dari hasil visum, kata Dwi, terdapat luka fatal di bagian kepala korban akibat serangan parang dari pelaku.

Karena tewas terbunuh di lokasi sepi, hingga ditemukan warga sekitar sudah membusuk pada Senin (17/12/2018) malam.

Dwi menjelaskan, selain hasil visum, penemuan mayat itu pun semakin kuat disebabkan karena dibunuh usai tim Satreskrim Polres Tegal melihat dan mengumpulkan sejumlah rekaman CCTV di sekitar TKP.

"Akhirnya pada Jumat (21/12/2018) lalu, kami langsung bergerak dari sejumlah fakta di lapangan dan berhasil menangkap pelaku pembunuhan," sambungnya.

Atas perbuatannya, tersangka akan dikenakan Pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. (*)

Pewarta: Wijayanto