Peringati Hari Difabel Internasional, Ratusan Difabel LongMarch

Peringati Hari Difabel Internasional, Ratusan Difabel LongMarch

Senin, 10 Desember 2018

Longmarch yang diikuti 300 warga Difabel mengambil titik start dari SMAN 1 Slawi, Jalan AIP KS Tubun menuju Jalan Ahmad Yani, Taman Rakyat Slawi (Trasa)


Salah satu penyandang disabilitas, Dede (berkursi roda) foto bersama usai mengikuti long march. (Foto: Wijayanto/PortalPantura)

TEGAL - Ratusan penyandang disabilitas di Kabupaten Tegal menggelar longmarch di Jalan Protokol, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, guna memperingati puncak Hari Difabel  Internasional, pada Senin (10/12/2018) pagi.


Longmarch yang diikti 300 warga Difabel mengambil titik start dari SMAN 1 Slawi, Jalan AIP KS Tubun menuju Jalan Ahmad Yani, Taman Rakyat Slawi (Trasa).


Selain longmarch, tabuhan irama dari drumband SLB Manunggal Slawi pun ikut meramaikan puncak hari disabilitas yang jatuh pada tanggal 3 Desember 2018 lalu.


Kordinator Acara yang juga Ketua Difabel Slawi Mandiri (DSM), Khambali, menuturkan bahwa selain memperingati hari disabilitas, tujuan dari acara ini sendiri untuk mencanangkan bahwa Kabupaten Tegal adalah daerah layak difabel.


"Semoga dari kegiatan ini, Kabupaten Tegal bisa menjadi daerah layak difabel. Banyak karya yang telah kami buat demi membantu sesama difael juga," ujar Khambali kepada di sela-sela acara.


Khambali berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi semua kalangan, termasuk pemerintah bahwa kalangan Difabel dapat hidup mandiri dalam karya dan kreatifitas.


"Kita sama-sama punya e-KTP juga. Mari bersama untuk berkarya meski dalam keterbatasan sekalipun," ujarnya


Sementara, peserta longmarch, Sami'un (42) yang memiliki keterbatasan pada kakinya mengaku sangat senang bisa ikut memeriahkan acara ini.


Dia yang juga bekerja sebagai tukang ojek menuturkan bahwa acara seperti ini harus dirutinkan secara berkala agar semua warga dapat mengambil pesannya.


"Pesannya adalah bahwa kita juga mampu berkarya. Dengan dilihat banyak orang, mungkin bakal ada pesan secara tidak langsung yang dapat dipahami oleh masyarakat sekitar saat melihat longmarch kami. Karena acara ini bagian dari pembelajaran juga bagi masyarakat luas," papar Sami'un.


Selain longmarch, acara yang berlanjut di Trasa pun menyuguhkan berbagai pagelaran seni meliputi teater, dan pentas musik dari kawan-kawan SLB. (*)


Foto: Wijayanto