Ribuan Orang Makan Bersama di Tanggul Waduk Penjalin

Ribuan Orang Makan Bersama di Tanggul Waduk Penjalin

Sabtu, 08 Desember 2018

Acara yang digelar itu dalam rangka tasyakuran Waduk yang dibangun pada jalan Belanda tersebut

Warga bersiap menyantap takir dalam acara tasyakuran Waduk Penjalin. (Foto: Yudhi Prasetyo/PortalPantura)


PAGUYANGAN - Ribuan orang memadati Waduk Penjalin di Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes, Sabtu (8/12/2018). Mereka merupakan warga sekitar waduk dalam rangka menghadiri tasyakuran.

Warga baik tua maupun muda duduk lesehan berhadap-hadapan sepanjang 4 kilometer di tanggul waduk . Mereka menikmati nasi bungkus yang dibungkus dengan daun pisang, warga setempat menyebutnya takir. Sebelum dimakan, mereka saling tukar nasi bungkus yang mereka bawa.

Sebelum menggelar tukar takir, warga yang hadir ditempat tersebut disuguhi penampilan anak-anak kreative di sekitar Waduk Penjalin dengan menbawakan Sanderatasik yang diberi judul Windu Banyu Ning Aji.

Dalam sandratasik tersebut menggambarkan 8 kekuatan alam yakni air, udara, dan tanah. Manusia harus hidup selaras dengan sumber daya alam yang melimpah, khususnya kekayaan alam Waduk Penjalin agar kelak generasi penerus mereka tetap bisa menikmatinya.

Ketua panitia tasyakuran, Nurul Iman mengatakan, acara tasyakuran tersebut untuk menjaga kebersamaan sesama warga, terutama warga Winduaji yang ada di sekitar Waduk Penjalin. "Apalagi di tahun politik seperti sekarang ini, meskipun berbeda-beda pilihan namun tetap bersama." Katanya.

Tasyakuran waduk yang dibangun pada zaman kolonial Belanda tersebut merupakan event yang pertama kali digelar. Kedepan, tutur Nurul, akan dilakukan secara rutin tiap tahun dengan menggelar event yang lebih besar lagi.

Salah satu adegan dalam sandratasik Windu Banyu Ning Aji yang ditampilkan pada tasyakuran Waduk Penjalin, Sabtu (8/12/2018). (Foto: Yudhi Prasetyo/PortalPantura)

Wijanarto, Kabid KebudayaanDinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes mengatakan, acara tasyakuran Waduk Penjalin dinisiasi oleh kumunitas yang ada di sekitar waduk tersebut untuk mengingatkan bahwa sekitar Waduk Penjalin memiliki potensi yang tidak hanya waduknya saja tetapi ada potensi lain seperti budaya, seni, dan berbagai keragaman lain.

"Kedepan acara ini tidak hanya tasyakuran tetapi menjadi sebuah festival dengan menggandeng dinas maupun instansi Pemerintah Kabupaten Brebes." Kata Wijanarto. (*)

Pewarta: Yudhi Prasetyo