450 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

Link Banner


Akibat bendung irigasi rusak diterjang banjir bandang


Bendung sungai Keruh untuk irigasi di persawahan Desa Kalinusu rusak. (Foto: Yudhi Prasetyo)

BUMIAYU - Sekitar 450 hektar sawah di desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Brebes terancam gagal panen. Pasalnya, sawah yang telah ditanami padi tidak teraliri air irigasi karena bendung sungai Keruh rusak akibat ditenjang banjir bandang beberapa waktu lalu.

Meskipun saluran irigasi tidak teraliri air, petani tetap menanam padi. Mereka hanya mengandalkan air hujan dalam bercocok tanam.

Sobar (48) salah seorang petani mengatakan, sawahnya sudah tidak teraliri air irigasi sejak bulan November 2018 lalu. Warga Kalinusu yang sebagian besar petani membuat bendungan darurat, namun bendungan darurat tersebut rusak setelah air sungai meluap.


Meskipun tidak teraliri air irigasi, warga tetap menanam padi di sawah yang kering. (Foto: Yudhi Prasetyo)

"Kita mengandalkan hanya dari air hujan saja." Kata Sobar.

Ia berharap pemerintah segera membangun kembali bendungan sungai Keruh agar sawah yang menjadi tumpuan hidup petani kembali teraliri air.

"Kalau air irigasi dan hujan jarang turun kami tidak bisa panen karena padi akan mati." Tutur Sobar.

Terpisah, Kepala Desa Kalinusu Khaeoni membenarkan kesulitan yang dialami warganya tersebut.

"Pihak kami telah mengirim surat ke gubernur agar bendung sungai Keruh dibangun kembali." Kata Khaeroni.

Jika tidak dibangun, lanjut Khaeroni, sawah di wilayahnya akan mengalami kekeringan dan akan beralih fungsi menjadi sawah tadah hujan. (*)

Pewarta: Yudhi Prasetyo
Loading...
Informasi liputan, kritik dan saran hubungi:
Email: portalpantura@gmail.com
Telepon/SMS:
081-904-941-123
Komentar: