Bupati Tegal Umi Azizah Datangi Rumah Orangtua Dimas dan Temui Tersangka‎ Pembacokan di Polres

Header Menu

Bupati Tegal Umi Azizah Datangi Rumah Orangtua Dimas dan Temui Tersangka‎ Pembacokan di Polres

Kamis, 31 Januari 2019

Slawi, PortalPantura.com -- Bupati Tegal Umi Azizah mendatangi rumah keluarga korban pembacokan, Dimas Nur Afandi (16), di RT 01 RW 01 Desa Lebeteng Kecamatan Tarub. Umi menemui orangtua almarhum Dimas, Sofandi (48) dan Nur Hayati (42).

Bupati Umi Azizah memeluk salah satu tersangka yang menangis saat ditemui di Polres Tegal, Kamis (31/1/2019). (Foto: Wijayanto)

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tegal, saya turut berbela sungkawa. Ini jadi bahan pembelajaran kami (pemerintah)," kata Umi.

Menurut Umi, peristiwa tragis yang menimpa Dimas juga harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak, utamanya keluarga sebagai agen pembimbing pertama bagi anak.‎ "Keluarga yang jadi tameng pertama. Semoga ini jadi tragedi terakhir di Kabupaten Tegal," ujar umi.

Selain mengucapkan rasa bela sungkawa dan menguatkan keluarga Dimas, Umi juga menyerahkan bantuan kepada keluarga almarhum yang bersumber dari Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kabupaten Tegal.‎

Bantuan yang diberikan berupa uang sebesar Rp2 juta. “Mungkin jumlahnya tidak seberapa. Semoga ini bisa bermanfaat," katanya.

‎Dari rumah orangtua Dimas, Umi kemudian mendatangi Mapolres Tegal dan menemui dua tersangka yang mengeroyok dan membacok siswa kelas 10 SMK Peristek Kecamatan Talang itu.

‎Didampingi Kapolres Tegal Dwi Agus Prianto, Umi sempat berbincang sejenak dengan tersangka TBS (16) dan DP (15) dan miris saat melihat sejumlah barang bukti berupa berbagai macam senjata tajam yang dibawa tersangka saat kejadian.

Kepada Umi, kedua tersangka sembari terisak mengaku‎ menyesali perbuatannya. Mereka juga mengaku hanya berniat menganiaya para korban saat berpapasan, sehingga kaget ketika mengetahui ada korban yang meninggal.

Umi mengutarakan keprihatinannya atas kejadian pengeroyokan pembacokan yang terjadi pada Minggu (27/1/2019) dini hari lalu tersebut. Apalagi para pelaku dan korban sama-sama masih berusia remaja.

"Kenakalan remaja harus menjadi perhatian bersama. Para orangtua harus mengawasi perilaku anak-anaknya," ujarnya.

‎Sementara itu Kapolres Dwi Agus Prianto mengapresiasi Umi yang tanggap terhadap permasalahan kenakalan remaja. Sebab menurutnya mengatasi kenakalan remaja tak semata-mata hanya dengan penegakan hukum. "Penegakan hukum obat terakhir," ujarnya.

Dwi mengemukakan, upaya yang harus diprioritaskan terkait permasalahan kenakalan remaja di samping penegakan hukum oleh aparat kepolisian adalah bagaimana membuat agen-agen sosial yang akan menentukan perilaku anak-anak.

‎"Agen sosial terkecil adalah keluarga. Bagaimana nanti proram-program bupati, memperbaiki keluarga agar care dengan anak-anaknya. Kemudian sekolah. Kita sedang berupaya kerjasama dengan sekolah untuk membuat program-program pemberdayan akademik, pembangunan karakter," ujarnya.***


(Wijayanto)