Generasi Muda Harus Diselamatkan dari Radikalisme

Link Banner


Harlah Muslimat NU ke-73 se-Korda Pekalongan di Pondok Pesantren Sofwatussa'ada Bumiayu
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH bersalaman dengan warga Muslimat NU dalam Harlah ke 73 Muslimat NU se Korda Pekalongan di Bumiayu. (Foto: Humas Brebes)

BREBES - Dalam Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-73 Muslimat NU Se-Korda Pekalongan, yang dipusatkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Sofwatussa'ada, Bumiayu Kab. Brebes, Minggu (6/1/2019), Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Tengah  Prof DR Ismawati MAg  mengajak Anggotanya untuk menyelamatkan generasi muda dari jurang paham Radikalisme. Pasalnya, paham tersebut sangat membahayakan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Selain itu, lanjut profesor sejarah peradaban dunia itu menerangkan, kalau dalam kontek berpolitik kebangsaan dan kerakyatan, NU tentu bisa memainkan peran politik kebangsaan dan kerakyatannya. "Tapi perlu diingat, dengan tidak meninggalkan fungsi fungsi peran politik dalam keseharian meskipun tidak boleh membawa simbol organisasi,"  ujar Prof Isma.

Untuk itu, lanjutnya, sebagai warga NU harus berpartisipasi dalam pileg maupun pilpres. Hal ini menjadi penting sekali untuk memilih pemimpin yang bisa mengemban amanah aspirasi rakyat dan kepentingan nahdliyin.

Isma juga menyampaikan bahwa muslimat NU juga memberikan bantuan kepada masyarakat, ada 31 panti asuhan dan hasil dari pendidikan panti tersebut, mereka-mereka yang dulu diasuh oleh panti bisa menjadi orang yang sukses, ada yang jadi guru, dokter, pedagang, berkat arahan dan tuntunan dalam panti asuhan muslimat NU di Kabupaten Kota yang ada di jawa tengah.

Kemudian juga ada satu panti Lansia Wreda, satu asrama putri di Salatiga, satu ponpes muslimat NU di Semarang dan sekarang sedang dalam tahap pembangunan Ma'had. ketersediaan Mahad untuk mahasiswi-mahasiwi supaya mereka dapat terlibat langsung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Sebagai organisasinya mahasiswa, PMII bekerja sama Muslimat NU memberi andil khusus untuk mahasiswi, juga supaya menjaga mereka yang jauh dari jangkauan orang tuanya, dan tidak mengikuti garis keras.

Muslimat telah menggelar berbagai kegiatan sosial dan keagamaan mengisi hari-hari anggota muslimat sehingga membawa kedamaian, termasuk dalam kegiatan ini ribuan anggota muslimat hadir bersilaturahmi dengan semangat kebersamaan dengan tujuan mengaji. Tuturnya.

Wakil Ketua PC Muslimat NU Brebes Hj Sofiatunisa menyatakan, Muslimat NU sapan selamat dan juga apresiasi disampaikan oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, semoga di usia ke-73 ini,  Muslimat NU sebagai organisasi wanita terbesar di Indonesia juga di Kabupaten Brebes dapat terus berkembang dan menjadi salah satu pilar pembangunan," Ucap Bupati dalam sambutannya.

Bupati berharap, Muslimat NU tetap menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Brebes. Karena perannya sudah terbukti nyata dan telah banyak berkontribusi kepada masyarakat dalam berbagai bidang pembangunan, baik ekonomi, membantu program pendidikan dan kesehatan, selalu ada peran muslimat. Harapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua dan Wakil PC Muslimat NU Kab Brebes, Ketua Pimpinan Muslimat NU Wilayah Jateng, Prof Dr Ismawati MAg, Pimpinan  Pengurus Cabang Muslimat NU Kab. Brebes H Akso, Ketua Laziznu Wilayah Jateng H M Mahsun SIP,  Pimpinan dan Pengurus PCMNU Se Korda Pekalongan, Camat Bumiayu, Muspika Kecamatan Bumiayu para alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama dan para tamu undangan.  (*)

Sumber: Humas Brebes
Loading...
Informasi liputan, kritik dan saran hubungi:
Email: portalpantura@gmail.com
Telepon/SMS:
081-904-941-123
Komentar: