Polres Tegal Gelar Rekonstruksi Kasus Pemuda Bunuh Selingkuhan Ibunya

Polres Tegal Gelar Rekonstruksi Kasus Pemuda Bunuh Selingkuhan Ibunya

Sabtu, 05 Januari 2019

Rekontruksi dilakukan di empat titik berbeda


Pelaku tengah melakukan adegan pembunuhan. (Foto: Wijayanto)

TEGAL - Satreskrim Polres Tegal menggelar rekonstruksi pembunuhan Sujari (50), warga Desa Kemanggungan Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal yang mayatnya ditemukan di pekarangan di belakang swalayan Mutiara Cahaya (MC) Mejasem, Kecamatan Kramat, Jumat (4/1/2019). Ada 25 adegan yang diperagakan oleh pelaku

Rekonstruksi dilakukan di empat tempat, yakni di samping jembatan Kaligung tak jauh dari swalayan MC, ‎tepi Jalan Raya Werkudoro, TKP pembunuhan yakni di sebuah pekarangan atau kebun di belakang swalayan MC, dan di sebuah sungai di tepi jalan Desa Wangandawa Kecamatan Talang.

Pelaku , Agus Riyanto (28) terlihat tenang saat melakoni adegan demi adegan dalam rekonstruksi. Dari rekonstruksi yang digelar secara terbuka itu, terkuak sejumlah fakta bagaimana pelaku menghabisi korban dengan sadis, yakni ‎membacok korban sebanyak enam kali menggunakan golok atau parang hingga mengenai punggung, tangan, kepala, wajah, dan leher korban.

Dalam rekonstruksi itu juga diketahui korban sempat berupaya menyelamatkan diri dengan cara berlari saat melihat pelaku mengambil golok yang sudah disiapkan. Korban juga sempat melawan saat dihujani sabetan golok usai terjatuh ketika dikejar pelaku. 

Namun upayanya itu sia-sia, karena pelaku yang kalap terus mengayunkan golok hingga korban tewas. Mayat korban kemudian diseret sejauh sekitar dua meter lalu ditinggalkan pelaku di antara semak-semak dan pohon pisang.

Sementara pelaku saat mengambil golok sempat dicegah oleh sepupunya yang ikut diajak pelaku menemui korban menggunakan sepeda motor. Di rekonstruksi itu, sepupunya yang masih di bawah umur dan tidak melihat saat pelaku membunuh korban diperankan oleh seorang polwan.

Dalam adegan lain, setelah memastikan‎ korban sudah tak bernyawa, pelaku pergi menuju ke sebuah sungai kecil di tepi jalan Desa Wangandawa Kecamatan Talang untuk mencuci golok yang terkena darah korban, lalu pulang kembali ke rumahnya.

‎Kepala Satuan Reserse Kriminal Satreskrim) Polres Tegal AKP Bambang Purnomo mengatakan, rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi berkas perkara dan mencukupi alat bukti. 

"Ada 20 pertanyaan dan 25 adegan yang dilakukan. Tapi ada beberapa adegan yang tidak dilakukan di lokasi sebenarnya karena mempertimbangkan kerawanan dari warga," jelasnya.

‎Bambang menyebut, tidak ada perbedaan adegan yang dilakukan di rekonstruksi dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). "Dalam rekonstruksi ini kita juga menghadirkan pengacara pelaku dan kejaksaan," ‎ujarnya.

Sementara itu jalannya rekonstruksi menyedot perhatian pengendara jalan dan warga yang tinggal di sekitar lokasi‎ pembunuhan. Sejumlah personel Sabhara berseragam lengkap dan bersenjata laras panjang tampak disiagakan untuk mengamankan jalannya rekonstruksi.

Seperti diberitakan, Satreskrim Polres Tegal berhasil mengungkap pembunuhan terhadap Sujari (50) warga Desa Kemanggungan Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal yang mayatnya ditemukan di sebuah pekarangan di belakang swalayan MC Mejasem, 17 Desember 2018 lalu. Pelaku pembunuhan ternyata adalah Agus Riyanto (28), yang tak lain adalah tetangganya sendiri. Agus membunuh korban pada 12 Desember 2018 lalu karena emosi dan dendam setelah mengetahui korban menyelingkuhi ibunya.

Sujari yang sehari-sehari mencari rumput untuk kambing peliharannya awalnya dikira meninggal karena sakit saat mayatnya ditemukan setelah lima hari tak pulang ke rumah. Namun hasil visum menunjukkan korban diduga dibunuh karena ada luka bekas sabetan parang. Polisi pun melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil meringkus Agus.

Akibat perbuatannya, Agus dijerat dengan Pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau hukuman kurungan penjara seumur hidup. (*)

Pewarta: Wijayanto