Cegah DBD, Siswa Diajak Jadi 'Intel' Jentik Nyamuk

Link Banner


Jatibarang, PortalPantura.com -- Musim hujan seperti sekarang ini membuat penyebaran penyakit Demam Berdarah (DBD) semakin meluas. Salah satu upaya untuk meminimalisir penyebaran penyakit tersebut dengan membasmi jentik-jentik nyamuk di sekitar lingkungan tempat tinggal.


Salah satu program yang diterapkan yakni Sipentik. Sipentik merupakan kependekan dari Siswa Pemantau Jentik. Dalam program tersebut, siswa diminta memantau jentik-jentik nyamuk yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.

Seperti siswa SMP Negeri 1 Jatibarang ini, mereka dilatih bagaimana menjadi 'intel' jentik nyamuk di lingkunganya.

Siswa diberi pengetahuan tentang bagaimana cara memantau jentik nyamuk oleh petugas puskesmas. Selain itu, mereka juga diberi cara membuat laporan jika mereka menemukan jentik nyamuk di sekitar mereka.

Untuk menjadi 'intel' jentik nyamuk, siswa harus jeli dalam mengamati populasi keberadaan jentik nyamuk. Beberapa tempat yang wajib diamati adalah tempat air, barang bekas, vas bunga dan tempat atau wadah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Dalam pengamatanya, jika siswa mendapati genangan air yang di dalamnya terdapat jentik, maka siswa harus melaporkanya kepada guru yang kemudian diteruskan kepada petugas puskesmas.

Peran siswa dalam pencegahan penyakit DBD melalui program sipetik ini sangat besar." Kata Koordintor Pemberantasan Saran Nyamuk Puskesmas Jatibarang, Syaefudin. Karena, lanjutnya,  setiap temuan adanya jentik baik di rumah atau di sekolah akan dilaporkan secepat mungkin. Sehingga dari laporan tersebut, akan ditindaklanjuti oleh petugas puskesmas.

Siswa juga bisa langsung beraksi dengan membuang air yang terdapat jentik nyamuknya serta mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk.

Kepala SMPN 1 Jatibarang, Sri Yuliati mengaku, penerapan program Sipetik pada sekolahnya karena didasari keprihatinan wabah DBD di Brebes. Dimana sebagian besar menyerang kalangan pelajar. Ini artinya, mereka digigit saat mengikuti pelajaran sekolah.


"Kami sebagai pendidik sangat terketuk dengan wabah DBD ini." Ucap Sri. Apalagi, lanjutnya, sebagian besar korbanya merupakan anak sekolah mulai dari SD hingga SMP. Oleh karena itu, siswa ditekankan untuk mengenali jentik dan tempat yang sering dijadikan sebagai sarangnya.

Pengetahuan mengenai jentik nyamuk diharapkan bisa diaplikasikan di rumah oleh para siswanya. Untuk memacu siswa dalam memantau keberadaan jentik, sekolah menugaskan kepada siswa untuk membuat pelaporan mengenai jentik yang ditemukan di lingkungan siswa tinggal.***


(Suripto)
Loading...
Informasi liputan, kritik dan saran hubungi:
Email: portalpantura@gmail.com
Telepon/SMS:
081-904-941-123
Komentar: