Pasar Sawah Luwijawa, Destinasi Wisata Kuliner Tempo Dulu

Link Banner


Slawi, PortalPantura.com -- Satu lagi destinasi wisata kuliner muncul di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Namanya Pasar Sawah. Lokasi tepatnya ada di Desa Luwijawa, Kecamatan Jatinegara. Pasar Sawah yang menawarkan beragam kuliner tempo dulu,  resmi dilaunching Bupati Tegal Umi Azizah, Minggu (10/2/2019) pagi.

Bupati Tegal Umi Azizah (memakai caping) mengunjungi salah satu warung jajan tradisional Pasar Sawah Luwijawa,  Minggu (10/2/2019). (Foto: Wijayanto)

Begitu dilaunching, Pasar Sawah langsung dipadati pengunjung dari berbagai tempat di Tegal. Mereka umumnya para pecinta kuliner yang ingin melepas kangen sekaligus memuaskan hoby menyantap penganan-penganan  tradisional seperti Gemblong,  Klepon,  Getuk,  Ongol-ongol dan masih banyak lagi jenisnya.

Cesna, salah satu pengunjung mengatakan, ada daya tarik tersendiri kenapa dirinya rela jauh-jauh dari luar Jatinegara  datang ke Luwijawa, salah satunya adalah nostalgia jajanan dan kuliner masa kecil. "Saya penasaran sekaligus kangen menikmati jajan tradisional masa kecil," Ujarnya.

Oya, kalau berbelanja di Pasar Sawah Luwijawa ini,  pengunjung harus menukarkan uang dengan koin kayu sebagai alat pembayaran.  Baru dibuka oleh bupati Umi Azizah,  omset Pasar Sawah langsung melesat. Tak tanggung-tanggung, omzet penjualannya mampu menembus angka Rp. 12,22 juta dalam sehari.  Itu dihitung dari jumlah koin terjual sebanyak 4.809 koin.

Umi mengaku terkesan dengan antusiasme warga pengunjung.
"Sekalipun tanpa undangan, mereka bisa tahu dan datang ke acara ini." katanya. Hal tersebut, lanjut Umi, tidak terlepas dari peran media sosial.

Umi mengaku mengikuti dan memantau perkembangan Pasar Sawah ini juga dari media sosial. Sejalan dengan itu, Umi mengajak warga masyarakat untuk memviralkan destinasi wisata desa yang baru ini lewat facebook, twitter ataupun instagram.


Konsep wisata semacam ini, lanjut Umi, jarang ditemui di tempat lain. Selain menjual aneka produk kuliner tradisional, pengunjung disini juga bisa menikmati kopi Lembut Bakir dan durian Luwijawa yang terkenal lezat sembari menikmati pemandangan hamparan sawah luas di tengah rindangnya alam perdesaan.

Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Luwijawa Topurihatun yang mengatakan publikasi yang baik, bekerjasama dengan Humas Setda Kabupaten Tegal dan ditunjang aksesnya yang mudah menjadikan pengunjung Pasar Sawah ini membludak. Bahkan sampai selesainya acara pukul 12.00 WIB, pengunjung masih terus berdatangan.

Ditanya soal konsep Pasar Sawah, Topurihatun menjelaskan bahwa untuk menikmati aneka sajian tradisional disini, pengunjung harus menukarkan uangnya dengan koin kayu yang tersedia di loket dekat pintu masuk.

"Satu koin kita hargai Rp. 2.500, ada pula pecahan Rp. 20 ribu yang biasanya untuk transaksi pembelian durian", ujar Topurihatun.

Topurihatun menambahkan, Pasar Sawah ini hadir setiap hari Minggu pagi mulai pukul 07.00 sampai dengan 12.00 WIB.

 "Pengunjung disini bisa menikmati puluhan jajanan tradisional seperti gethuk, nasi jagung, nagasari, cetil, lupis, alu-alu, bubur kacang ijo, kraca, sega bumbung, serabi, es dawet, tahu aci, lengko, aron-aron, tahu campur, krupuk sambel", imbuh Topurihatun.

Disamping itu, kata ibu dua anak ini, ada komoditas agro Luwijawa yang sudah dikenal sebelumnya dan bisa dibeli di Pasar Sawah, yaitu durian, kopi, manggis, rambutan dan petai.***



(Wijayanto)
Loading...
Informasi liputan, kritik dan saran hubungi:
Email: portalpantura@gmail.com
Telepon/SMS:
081-904-941-123
Komentar: