Puluham Jurnalis Tegal Slawi Gelar Demo Desak Polri Usut Kasus Persekusi Wartawan

Header Menu

Puluham Jurnalis Tegal Slawi Gelar Demo Desak Polri Usut Kasus Persekusi Wartawan

Senin, 25 Februari 2019

Slawi, PortalPantura.com -- Puluhan Jurnalis Tegal - Slawi yang tergabung dalam Forum Jurnalis Galawi menggelar aksi damai,  mensikapi terjadinya kekerasan terhadap awak media saat peliputan acara Munajat 212 hari Kamis,  21 Februari 2019 di Monas. Aksi yang digelar di Tugu Obor, Kelurahan Pakembaran, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Senin (25/2/2019) pagi, mendapat pengawalan puluhan personil Polres Tegal.

Aksi damai yang melibatkan puluhan jurnalis dari berbagai media massa itu meminta Polri agar  mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap awak media oleh oknum peserta Munajat 212.

Pasalnya, selain adanya tindak kekerasan, beberapa jurnalis yang meliput kegiatan itu pun dipersekusi, diintimidasi, bahkan alat kerjanya dirampas, dan hasil liputannya dihapus.

Korlap Forum Jurnalis Galawi, Kuncoro Wijayanto menuturkan, kekerasan jurnalis kian rentan terjadi sehingga pihak terkait harus serius menindaklanjuti hal ini.

Menurut wartawan salah satu TV swasta nasional tersebut, tindakan kekerasan terhadap awak media seharusnya tidak perlu terjadi berulang-ulang karena Wartawan bukan musuh.

Seperti, tambah Wijayanto, kasus kekerasan yang menyebabkan meninggalnya wartawan Harian Bernas, Fuad Muhammad Syafrudin dan terakhir wartawan Radar Bali AA Narendra Prabangsa.

"Keduanya adalah rekan-rekan kami yang kehilangan nyawa karena berita yang mereka tulis untuk menyajikan fakta dan informasi kepada masyarakat. Padahal, Wartawan bekerja membuat berita dan fakta yang seimbang berdasarkan Kode Etik Jurnalistik dan dilindungi Undang-Undang Pers untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat," terang Kuncoro.

Dalam hal ini, dia meminta instirusi Polri untuk mengusut tuntas tindakan persekusi dan intimidasi terhadap Wartawan saat acara Munajat 212 di Monas dan memproses hukum para pelakunya.

Para jurnalis kemudian melanjutkan aksinya ke Mapolres Tegal yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi aksi damai untuk menyerahkan surat pernyataan sikap.

"Kami serahkan pernyataan sikap ini ke Mapolres Tegal untuk ditindaklanjuti ke Mabes Polri," tandas dia.

Surat pernyataan sikap ini pun diterima langsung oleh Kabag Sumda Polres Tegal Kompol Sugeng Dwiyanto mewakili Kapolres AKBP Dwi Agus Prianto.

Kompol Sugeng pun mengapresiasi langkah dan aksi damai yang dilakukan oleh para Jurnalis Tegal - Slawi dalam menyuarakan tuntutannya secara kondusif.

"Kami terima suratnya dari rekan-rekan. Saya akan lanjutkan surat ini ke Kapolres untuk ditindak lebih lanjut ke Mabes," tutur Sugeng.

(Wijayanto)