Cegah Kebocoran LPG: Pertamina Sosialisasikan Penggunaan LPG yang Aman

Cegah Kebocoran LPG: Pertamina Sosialisasikan Penggunaan LPG yang Aman

Rabu, 27 Maret 2019

Petugas Pertamina (Persero)  MOR IV Jawa Tengah sedang   mensosialisasikan cara penggunaan LPG yang benar kepada warga di aula Kelurahan Slerok Tegal,  Rabu (27/03/2019) siang. Foto: Wijayanto/PortalPantura.com.

PortalPantura.com,  Tegal – Sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan sosialisasi penggunaan LPG yang aman, dihadiri oleh warga sekitar yang didominasi oleh Ibu Rumah Tangga, Ibu-ibu PKK dan Perwakilan Karang Taruna di Aula Kelurahan Slerok, Tegal Timur, Kota Tegal pada Rabu (27/3/2019)

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV, Andar Titi Lestari, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk mengingatkan kembali masyarakat atau konsumen bahwa LPG merupakan barang yang mudah terbakar sehingga konsumen harus lebih berhati-hati dalam menggunakannya.

“Meskipun produk LPG ini telah dijual dan beredar di masyarakat sejak lama, namun Pertamina sebagai produsen tetap perlu memberikan sosialisasi kepada masyarakat atau konsumen LPG mengenai petunjuk penggunaan LPG yang aman”, ujar Andar.

Pertamina tetap memastikan bahwa tabung LPG yang beredar telah sesuai dengan standar produksi yang ketat dan teruji, namun konsumen sebagai pengguna juga tetap harus memastikan dari segi penempatan LPG, Kebersihan dan keamanannya. Khususnya keamanan pada regulator, selang dan kompor.

Dalam sosialisasi Aman Gunakan LPG, Pertamina mengingatkan kembali kepada konsumen untuk menggunakan tabung, regulator dan selang yang sesuai dengan Standard Nasional Indonesia (SNI), menempatkan tabung LPG di tempat yang Datar dan diruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik.

Selang harus terpasang erat dengan “KLEM” pada regulator. Tabung LPG di letakkan menjauh dari sumber api dan harus diupayakan tidak terpapar panas langsung. Pasang regulator pada katup tabung LPG dimana posisi knob regular mengarah ke bawah. Dan, pastikan regulator tidak dapat terlepas dari katup tabung LPG. Pastikan lagi selang tidak tertindih atau tertekuk. Jika rangkaian ini sudah dilakukan, maka kompor LPG aman untuk digunakan.

Tanda-tanda kebocoran LPG, biasanya ditandai oleh bau khas LPG dari zat khusus bernama zat marchaptan, dan terdapat suara desis. Jangan nyalakan api atau listrik, lepaskan regulator dan bawa tabung ke tempat terbuka. Buka pintu dan jendela untuk sirkulasi udara.

JIka terjadi Kebakaran, padamkan api dengan menggunakan kain/ karung goni basah atau alat pemadam api, lepaskan regulator dari tabung LPG dan segera bawa tabung ke tempat terbuka dan jauh dari lokasi kebakaran.

Jika terjadi kerusakan atau kemacetan dan gas belum keluar, segera tukarkan tabung ke agen atau pangkalan atau toko LPG terdekat. Jangan sekali-kali mencoba memperbaiki sendiri menggunakan benda tajam, obeng atau pisau.

Sebagai informasi, saat ini LPG di *Kota Tegal* adalah 13.114 MT atau setara dengan 3.746.940 tabung di tahun 2018, jumlah ini meningkat sebesar 2 persen dibanding tahun 2017 seiring dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. “Kami berterima kasih atas kesetiaan konsumen yang menggunakan produk LPG Pertamina, namun perlu diingat bahwa faktor keamanan menjadi prioritas saat menggunakan LPG. Mari bersama sama kita saling mengingatkan keamanan dalam memakai LPG. Apabila ada konsumen yang membutuhkan informasi lebih lanjut terhadap pelayanan LPG Pertamina maka dapat menghubungi kontak Pertamina di 135 atau melalui website di www.pertamina.com”, tutup Andar.



(Wijayanto)