Resmob Satreskrim Polres Tegal Tangkap Pelaku Pembunuh Driver Ojek Online

Header Menu

Resmob Satreskrim Polres Tegal Tangkap Pelaku Pembunuh Driver Ojek Online

Selasa, 12 Maret 2019

Tim Resmob Satreskrim Polres Tegal, Jawa Tengah,  Selasa (12/03/2019) siang,  menggelar ungkap kasus pembunuhan driver ojek online, Eko Prasetyo,  yang mayatnya ditemukan di areal sawah desa Sigentong, Kabupaten Tegal,  Kamis (07/03/2019) lalu. Polisi juga berhasil menguak motif kasus pembunuhan  sadis tersebut.

Satreskrim Polres Tegal menggelar Konferensi Pers pensngkapan driver ojek online Grab,  Selasa (12/03/2019). (Foto: Wijayanto)

Kasatreskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo membeberkan telah menangkap pelaku bernama Maskah (37). Tindakan tersangka murni tindakan kriminal.

Maskah yang merupakan warga Kelurahan Pekauman, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal itu nekat menghabisi korban karena terlilit permasalahan ekonomi, sebab harus mencukupi kebutuhan dua istrinya.

Kondisi tersebut menjadokan Maskah nekat melakukan tindakan perampasa terhadap pengemudi Ojol yang dipesannya secara non-aplikasi (offline).

 korban  Eko Prasetyo (35), merupakan warga Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Kota Tegal.

Eko dibunuh oleh tersangka pada Rabu (6/3/2019) malam sekitar pukul 20.00 WIB setelah sampai mengantarkan ke lokasi pesanan di Dukuh Wanagopa, Desa Sigentong, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal.

Pada saat itu, Maskah yang selain driver ojek online juga bekerja sebagai pegawai Toko Ban di Kota Tegal memesan ojek secara offline dari Pacific Mall, Kota Tegal menuju wilayah Warureja, Kabupaten Tegal.

"Saat itu, pelaku sudah menyiapkan pisau untuk membunuh. Saat sudah berada di lokasi sesuai pesanan (pinggir sawah), pelaku berbasa-basi dulu hingga langsung mengeksekusi korban dengan pisau. Sempat ada perlawanan dari korban," kata AKP Bambang kepada awak media, Selasa (12/3/2019) saat ekspose di Mapolres Tegal.

Bambang menuturkan, berdasarkan hasil visum bahwa korban didapati luka tusuk di sekujur tubuhnya meski melakukan perlawanan.

Dari olah TKP dan pemeriksaan terhadap pelaku, mereka berdua pun sempat saling melakukan baku hantam hingga berguling-guling ke pinggir sawah.

Menurut Bambang, korban banyak mendapati luka tusuk sehingga bisa dikalahkan oleh pelaku.

Saat sudah lemas terjatuh karena banyak darah yang keluar, korban pun kemudian dilelepkan ke dalam lumpur sawah oleh pelaku.

Hal itu dilakukan pelaku supaya nyawa korban benar-benar dipastikan tidak bernafas alias mati.

Menurut Bambang, penyebab pasti matinya korban pun diketahui dari hasil otopsi setelah tim Labfor menemukan lumpur di dalam lambung dan paru-paru.

"Sempat ada perlawanan. Pisau yang dipakai pelaku pun patah karena adanya perlawanan dari korban. Namun, karena luka tusuk sudah banyak di sekujur tubuh, akhirnya korban tumbang. Motor dan HP milik korban pun dibawa. Niat pelaku memang ingin mengambil barang-barang berharga dari korban. Jadi, tidak ada unsur dendam apapun. Ini murni kriminal," papar dia.

Rencananya, tambah Bambang, hasil perampasan barang berupa satu unit motor beat merah berplat G 4832 BN dan HP Lenovo milik korban akan digadaikan oleh pelaku.

Menurut Bengbeng, uang dari menggadaikan barang-barang rampasan itu akan diberikan pelaku kepada istri keduanya yang dinikahi secara siri.

Bengbeng memastikan, kasus ini dilatarbelakangi faktor tuntutan ekonomi pelaku untuk mencukupi kebutuhan dua istri dan tiga anaknya.

"Tuntutan ekonomi itu pun membuat pelaku gelap mata hingga akhirnya nekat menewaskan nyawa seseorang. Pelaku memiliki penghasilan pas-pasan. Kerja di toko ban dengan upah Rp 45 ribu sehari," sambung Bengbeng.

Atas kasus ini, pelaku akan  dijerat Pasal 339 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan.

Adapun sejumlah barang bukti yang diamankan petugas di antaranya, satu unit motor beat merah berplat G 4832 BN milik korban, satu unit hape, dan satu bilah pisau dapur yg kondisinya patah.

Dalam kasus ini Satreskrim Polres Tegal bisa mengungkap kasus pembunuhan tersebut dalam kurun waktu  2x24 jam sejak ditemukannya mayat korban.



(Wijayanto)