Dua Petugas Pemilu "Tumbang" Usai Pemungutan Suara

Dua Petugas Pemilu "Tumbang" Usai Pemungutan Suara

Selasa, 23 April 2019


PortalPantura.com, Brebes -- Dua petugas pemilu di Kabupaten Brebes 'tumbang' karena alasan kesehatan usai pemungutan suara.

Petugas pemilu yang 'tumbang' itu yakni personil Panwascam Brebes Abdul Ghofur (34), dan anggota Linmas Saeful Bahri (51) keduanya meninggal dunia usai pemungutan suara berlangsung.

Abdul Ghofur yang merupakan warga Kelurahan Limbangan Wetan, Kecamatan/Kabupaten Brebes sebelum menghembuskan nafas terakhir sempat dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Tegal. Almarhum meninggal dunia karena mengalami ganggunan pada lambungnya.

Mukhlis, kakak ipar almarhum menceritakan, sejak dulu ikut menjadi petugas panwascam saat musim pemilu.

Tugasnya menjadi panwascam dijalani Ghofur dengan penuh tanggung jawab sehingga almarhum sering telat makan, padahal kesehatanya mengalami masalah pada bagian lambung hingga akhirnya harus di rawat di rumah sakit meskipun nyawanya tidak tertolong lagi.

Sementara, petugas pemilu lainya yang 'tumbang yakni Saeful Bahri. Ia meninggal dunia pada Senin (22/4/2019) lalu. Almarhum yang merupakan seorang anggota Linmas tersebut tinggal di Desa CAwi RT 01 RW 01, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes.

Almarhum meninggal dunia karena kelelahan usai bertugas mengamankan jalanya pemilu serentak 2019.

Salah satu anggota Bawaslu Kabupaten Brebes M Ma'ruf mengatakan, pemilu serentak 2019 merupakan pemilu yang melelahkan. Penyelenggara bekerja sepanjang waktu dari pagi ke pagi dan terus bekerja hingga semua tahapan selesai.

"Kami berharap, pada pemilu serentak seperti ini untuk ditinjau kembali agar tidak menimbulkan korban jiwa lagi," pinta Ma'ruf.

Ma'ruf melihat, sebelum pemilu hingga rekapitulasi TPS hingga ke kecamatan, membutuhkan energi dan waktu yang luar biasa.

"Inilah yang kami nilai waktu dipikir ulang untuk format pemilu yang akan datang," ucap Ma'ruf.


(Baya)