Ibu dan 2 Anaknya Ditemukan Tewas di Rel KA

Ibu dan 2 Anaknya Ditemukan Tewas di Rel KA

Selasa, 02 April 2019

Jasad Khofifah dibawa ke rumah duka. Foto: Tri H/PortalPantura.com.

PortalPantura.com, Brebes -- Surtiyah (55) tak kuasa menahan duka. Ia seolah tidak percaya melihat anak dan dua orang cucunya sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Apalagi, kondisi tubuh mereka sudah tidak utuh lagi setelah ditabrak kereta api di perlintasan sebidang yang masuk Desa Kauman, Kelurahan/Kabupaten Brebes pada Senin (2/4/2019) pagi.

Wanita paruh baya itu menceritakan, anaknya tersebut baru 2 hari bersamanya. Sebelumnya, Khofifah tiggal bersama suami di Jakarta. "Anak saya jualan kelontong sambil momong anak," Tutur Sutriyah.

Ia mengungkapkan, anaknya pulang ke Brebes untuk mengurus perceraian dengan suaminya. Saat di Jakarta, cucunya kerap mendapat perlakuan kasar dari sang ayah, Hermanto.

Suami Khofifah diduga telah memiliki wanita idaman lain sehingga memilih untuk berpisah dengan Khofifah.

Jasad Korban Dalam Keadaan Tidak Utuh

Sementara, warga di sekitar lokasi kejadian semula tidak mengetahui adanya orang yang tertarak kereta api. Kejadian tersebut baru diketahui setelah warga melihat ada ceceran darah dan potongan tubuh manusia di pinggir rel kereta api.

Jasad anak Khofifah dibawa ke rumah duka dari rumah sakit. Foto: Tri H/PortalPantura.com.

"Satu orang dewasa dan dua orang anak kecil," kata salah seorang warga sekitar tempat kejadian, Nano (47).

Saat ditemukan tubuh korban dalam keadaan tidak utuh lagi, sementara jasad anak kecil ditemukan di bawah jembatan.

Setelah polisi datang dan melakukan olah TKP, jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Brebes untuk keperluan visum dan identifikasi karena polisi tidak menemukan identitas di lokasi kejadian.

Tim Inafis Polres Brebes yang melakukan identifikasi terhadap tubuh korban diketahui korban bernama Khofiatun (32), Ari Reski (4) dan Nurin Mikaela (1). Korban beralamat di Jalan Ahmad Dahlan RT 1 RW 6 Kabuaten Brebes, Jawa Tengah.

Setelah terungkap identitas korban, korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.



(Tri H)