Jual Beli Jabatan Jadi Pemicu Korupsi

Jual Beli Jabatan Jadi Pemicu Korupsi

Kamis, 25 April 2019


PortalPantura.com, Tegal -- Perencanaan APBD dan pengadaan barang dan jasa menjadi titik rawan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

"Yang juga menjadi perhatian adalah penyebab seseorang melakukan korupsi," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata, Kamis (25/4/2019) pada Sosialisasi Anti Gratifikasi dalam rangka membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani yang diselenggarakan Kantor Bea Cukai Tegal  gedung Adipura Komplek Balai Kota Tegal.

Ia menambahkan, untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi perlu komitmen bersama, salah satunya dengan tidak melakukan jual beli jabatan.

Alexander menuturkan, jual beli jabatan menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya tindak pidana korupsi.

"Orang yang menduduki jabatan dengan cara membeli, maka ia dapat dipastikan dimasa jabatanya akan berusaha agar uang yang telah dikeluarkanya bisa kembali," terang Alexander.

Untuk mendapatkan uang yang telah dikeluarkanya itu, lanjut Alexander, orang tersebut akan menempuh segala cara agar uang yang telah dikeluarkanya dapat kembali yang salah satunya dengan korupsi.

Sementara itu dalam acara yang di selenggarakan oleh Bea dan Cukai Tegal tersebut diikuti seluruh jajaran Bea Cukai Tegal,  Kepala SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota se Eks Karsidenan Pekalongan serta bidang usaha lain yang diundang.

Tampak juga para Bupati dan Walikota antara lain Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Kepala Kantor Pengawasan Bea  dan Cukai Tegal Niko Budhi Darma.

Sementara, Bupati Brebes,  hadir didampingi Penjabat Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT, Sekertaris Dinas Komunikasi Informatika Dan Statistik Zuhdan Fanani SH serta beberapa Kepala SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes dan kota Tegal.



(Red/HmsBbs)