Kantor koperasi dirampok, Rp11 juta melayang

Kantor koperasi dirampok, Rp11 juta melayang

Jumat, 17 Mei 2019

Polisi mendatangi tempat kejadian perkara perampokan Kospin Jasa di Jalan Raya Surodadi, Kabupaten Tegal, Jumat (17/5/2019). Foto: Wijayanto/PortalPantura.com.

PortalPantura.com, Slawi -- Kantor koperasi simpan pinjam (Kospin) Jasa yang berada di Jalan Raya Suradadi, Kabupaten Tegal, disatroni perampok pada Jumat (17/5/2019) sekitar pukul 10.30 WIB. Pelaku yang berjumlah empat orang berhasil membawa kabur uang sekitar sebelas juta rupiah setelah melumpuhkan karyawan yang berjaga.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, kejadian bermula saat sejumlah karyawan tengah bertugas di meja kasir. Tiba-tiba datang dua orang tidak dikenal yang langsung menjalankan aksi kejahatannya dengan melumpuhkan karyawan yang ada.

Pelaku selanjutnya mengambil uang yang ada di laci meja kasir. Setelah berhasil, pelaku langsung melarikan diri.

Slamet Romadhon (29) salah satu saksi mata mengatakan saat dirinya berada di dekat lokasi, mendengar ada suara teriakan meminta tolong. Selanjutnya, dirinya masuk ke dalan koperasi.

"Saat itu, saya melihat ada dua orang yang diduga sedang melakukan aksi perampokan," tuturnya.

Melihat ada perampokan, Slamet berupaya melakukan perlawanan. Sayangnya, dirinya melihat pelaku membawa senjata tajam dan mirip senjata api.

Dia pun kemudian berlari menyelamatkan diri sambil berteriak meminta tolong.

Setelah mendapatkan hasil kejahatanya, pelaku melarikan diri sambil membawa uang hasil kejahatanya itu.

Pelaku tergolong nekat karena beraksi disiang bolong dan lokasinya berdekatan dengan kantor Polsek Suradadi.

Polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan olah TKP, termasuk memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo saat dikonfirmasi membenarkan kejadian adanya perampokan di daerah Surodadi tersebut. Ia menyebut, pelaku perkirakan sebanyak 4 orang.

"Dua orang yang di dalam diketahui membawa senjata tajam dan sebuah senjata mirip senjata api," ungkap Bambang.

Bambang menambahkan, para pelaku diperkirakan sengaja beraksi saat waktu sholat Jumat karena suasana kantor sepi.

Akibat aksi perampokan tersebut, kerugian diperkirakan mencapi Rp11 juta. Sementara kasus perampokan itu masih dalam penanganan Polres Tegal. Polisi juga berupaya melakukan pengejaran terhadap pelaku.
(Wijayanto)