Banyak atlit bernasib tragis di masa tua

Banyak atlit bernasib tragis di masa tua

Jumat, 05 Juli 2019

Pengurus KONI Brebes periode 2019-2013 dilantik dan dikukuhkan di Pendopo Brebes, Kamis (4/7/2019). Foto: dok Humas Brebes.

PortalPantura.com, Brebes - Banyak atlit yang bernasib tragis dimasa tua karena tidak memiliki pekerjaan. Karena itu, pemerintah diharapkan memperhatikan mereka pasca menjadi atlit seperti merekrut menjadi pegawai pemerintah.

“Contoh kecil, pasca Atlit, Ellyas bernasib sial akibat tidak mendapatkan perhatian kelanjutan,” ujar Ketua KONI Jawa Tengah, Subroto saat sambutan Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Brebes periode 2019–2023 di Pendopo Kabupaten Brebes, Kamis (4/7/2019), kemarin.

Subroto menceritakan, Pasca kekalahan dari Perez, Pical sempat bertanding non gelar sebanyak 3 kali, hingga akhirnya ayah dari Lorinly dan Matthew Pical ini pun sedikit demi sedikit menyingkir dari ring tinju. Pical yang tidak sempat lulus SD ini kemudian bekerja sebagai petugas keamanan (satpam) di sebuah diskotik di Jakarta.

“Kebijakan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) bisa menjadi solusi, untuk memperbaiki nasib atlet berprestasi nasional,”usulnya.

Namun, lanjut Soebroto, atlet jangan berpuas diri dengan segala prestasi tetapi harus terus di perjuangkan hingga berkelas internasional. Untuk itu, pengurus KONI Kabupaten Brebes agar segera menyusun program nyata peningkatan prestasi. Kemudian yang terpenting yaitu melakukan pembinaan atlet di daerahnya serta menganalisanya.

“Saya berharap Kabupaten Brebes sudah bisa mempersiapkan diri dari sekarang, karena persaingan akan semakin ketat,” ucap Soebroto.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH berharap, kepengurusan KONI masa bhakti 2019-2023 dapat menerapkan manajemen strategis. “Pengurus Koni bisa menjalankan proses yang memampukan setiap komponen organisasi didalam tubuh KONI untuk mengidentifikasi peluang dan hambatan, baik jangka pendek maupun panjang,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Idza, KONI dapat memobilisasi aset-aset yang dimilikinya untuk menangani peluang dan hambatan yang dihadapi.

Idza Menuturkan, jika melihat prestasi pada Porprov Jateng 2018 lalu, Kabupaten Brebes berada di peringkat 23 dari 35 kabupaten/kota se Jawa Tengah. Untuk tahun 2019, diharapkan prestasi yang diraih bisa meningkat. "Syukur-syukur bisa masuk 10 besar," harapnya.

Ketua Koni Kabupaten Brebes, Ahmad Zaeni mengatakan, Kabupaten Brebes merupakan gudangnya atlet diberbagai cabang olahraga, hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi KONI, bagaimana mampu memanfaatkan potensi yang ada itu untuk pengembangan olahraga prestasi.

"Kami bertekad untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki dengan terus mengadakan peningkatan sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan secara berkelanjutan," ucap Ahmad.

Sementara, dalam pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Brebes periode 2019–2023 di Pendopo Kabupaten Brebes Bupati menyerahkan Bonus untuk atlet peraih emas pada kejuaraan Porprov Jawa Tengah ke-XV Tahun 2018 lalu, untuk pelatih mendapat bonus sebesar Rp 17,5 juta dan untuk atlet Rp 35 juta.
(Yudhi)