Oknum ASN di Sirampog Terancam 4 Tahun Penjara Gara-gara Gadaikan Mobil Jaminan Leasing

Oknum ASN di Sirampog Terancam 4 Tahun Penjara Gara-gara Gadaikan Mobil Jaminan Leasing

Senin, 05 Agustus 2019

S, oknum ASN asal Sirampog keluar dari mobil tahanan polres Brebes. - Foto: Tri H.

PortalPantura.com, Brebes - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan warga Desa Igirklanceng, Kecamatan Sirampog, Brebes ditahan karena menggadaikan mobil yang dijadikan jaminan kredit leasing.

Oknum ASN berinisial S (37) tersebut sehari-hari berdinas di Kecamatan Sirampog.

"Mobil yang merupakan objek jaminan fidusia jenis Honda Jazz warna silver B 9792 XU," kata KBO Satreskrim Polres Brebes, Iptu Triyatno.

Pelaku diduga melakukan tindak pidana mengalihkan, yakni menggadaikan satu unit mobil yang dijadikan jaminan fidusia PT Wom Finance Bumiayu kepada seseorang di wilayah Banyumas sebesar Rp25,5 juta.

Tindak pidana yang dilakukan S tersebut bermula ketika oknum ASN tersebut mengajukan pinjaman kepada PT Wom Finance sebesar Rp80 juta dengan jaminan satu unit mobil Honda Jazz.

Pengajuan S disetujui oleh pihak leasing. Namun, S tidak memenuhi kewajibanya mengangsur kredit yang telah diterimanya itu. S hanya membayar angsuran hanya satu kali saja.

Bukanya mengangsur, S malah menggadaikan mobil yang dijadikan jaminan kredit tersebut kepada orang lain pada Agustus 2018 lalu.

Karena dianggap tidak memiliki itikad baik, leasing kemudian menempuh melalui jalur hukum denga melaporkanya ke Polres Brebes.

Dari laporan tersebut Satreskrim Polres Brebes kemudian menangkap S dengan barang bukti berupa foto kopi sertifikat jaminan fidusia, perjanjian pembiayaan, foto kopi bukti angsuran, surat peringatan pertama dan kedua yang dikeluarkan leasing, serta foto kopi BPKB.

Terpisah, perwakilan legal PT Wom Finance, Candra mengungkapkan, pelaku tidak memiliki itikad baik dalam menyelesaikan persoalan pembayaran angsuran.

"Kolektor kami juga telah ke rumah pelaku dan menanyakan barang jaminan, namun oleh pelaku sudah dipindahtangankan," tutur Candra.

Menurut Candra, pihaknya terpaksa melaporkan nasabahnya tersebu karena tidak kooperatif terbukti dengan diberikanya surat panggilan pertama dan kedua namun yang bersangkutan tidak meresponya.

Kasus S ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Brebes dan tinggal menunggu persidangan di Pengadilan Negeri Brebes.

Atas perbuatan S, yang bersangkutan dikenakan pasal 36 junto pasal 23 ayat 2 undang-undang nomor 42 thun 1999 atau pasal 327 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. (Tri H)