Kades dan Mantan Kades Kalinusu Berpelukan di Mapolsek Bumiayu, Ini Yang Terjadi

Kades dan Mantan Kades Kalinusu Berpelukan di Mapolsek Bumiayu, Ini Yang Terjadi

Rabu, 14 Agustus 2019

Kades Kalinusu (Wasid) dan mantan kades Kalinusu (Khaeroni) berpelukan usai penandatanganan pernyataan damai. - Foto: Yudhi Prasetyo.

PortalPantura.com, Brebes - Wasid Kepala Desa (Kades) dan Khaeroni mantan Kades Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes berpelukan di Mapolsek Bumiayu, Rabu (14/8/2019).  Moment tersebut setelah keduanya menandatangani pernyataan damai yang mengakhiri perseteruan mereka selama dua hari terakhir.

Pernyataan damai ditandatangani dihadapan Kapolsek Bumiayu dan Danramil Bumiayu serta kubu dari masing-masing pihak.

Dalam pernyataan damai tersebut disepakati tidak ada lagi tim pasca pilkades. Selain itu, Khaeroni bersedia menjalin silaturohim dengan kades terpilih dan masyarakat pasca pilkades. Dalam perjanjian atau pernyataan damai tersebut juga menyebutkan jika ada tindakan-tindakan tertentu anggota tim pasca pilkades dinyatakan sebagai tindakan individu atau oknum dan tidak ada hal-hal yang bermaksud menyakiti Wasid (Kades).

Pernyataan damai itu, Wasid (Kades terpilih) menyatakan menerima dan menyatakan permasalahan selesai. Apabila ada tindakan tim pasca pilkades maka tindakan tersebut adalah tindakan individu.

Perseteruan antara kubu Wasid yang merupakan kades terpilih dengan kubu Kaeroni yang merupakan mantan kades yang juga mantan calon kades pada pilkades serentak 2019 periode I tersebut lantaran ada seseorang yang melakukan penyiraman air wangi di halaman rumah Kades Wasid pada Senin malam (12/8/2019).

Saat dikonfirmasi, Wasid mengaku dirinya dibangunkan oleh pemuda di sekitar rumahnya yang memberi tahu bahwa ada seseorang yang menyiramkan air di depan rumahnya. Saat diinterogasi, orang tersebut mengaku disuruh oleh Khaeroni yang merupakan rival Wasid dalam pilkades tahap 1 2019 lalu.

"Saat itu saya belum lama masuk ke dalam rumah," tutur Wasid.

Agar permasalahan tersebut tidak berkembang, muspika kecamatan Bumiayu memediasi kedua kubu yang berseteru tersebut dengan mempertemukannya di mapolsek Bumiayu.


Saat dipertemukan, pelaku penyiraman yang diketahui bernama Soleh mengaku tidak bermaksud berbuat jelek maupun mencelakan penghuni rumah, namun bermaksud mendoakan yang baik.

Pernyataan Soleh tersebut juga dibenarkan rival Wasid yang mengatakan bahwa penyiraman di depan rumah Wasid tersebut adalah untuk kebaikan. "Saya juga sudah mengaku kalah," kata Khaeroni.

Dengan penandatanganan pernyataan dari masing-masih pihak yang berseteru, permasalahan yang terjadi dinyatakan selesai. (Mas Pras)

Tonton videonya;