Melongok Dapur Percetakan Uang Negara

Melongok Dapur Percetakan Uang Negara

Jumat, 02 Agustus 2019

Sejumlah awak media melihat display uang kertas dari masa ke masa di ruang lobi kantor Peruri, Rabu (31/8/2019) siang. - Foto: Wijayanto.


PortalPantura.com, Karawang - Kantor Perum Peruri yang berada di Desa Parung Mulya, Kecamatan Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat, mendapat kunjungan dari para Wartawan Media cetak, elektronik, online dan radio se eks karesidenan Pekalongan yang tergabung dalam Pewarta Pantura.

Sebagai obyek vital, Peruri merupakan kawasan terbatas. Tidak semua orang bisa dengan mudah mengakses kawasan perkantoran yang berdiri di atas lahan 220 hektare tersebut.

Pengamanan berlapis sudah terlihat sejak dari pintu gerbang utama. Tiap tamu yang datang diperiksa satu per satu oleh petugas lengkap dengan metal detector. Bahkan, untuk mengakses ke tiap bagian harus menggubakan kartu elektronik dan tanda pengenal khusus.

Para awak media yang berkunjung bersama Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Tegal memperoleh kesempatan melihat dari dekat dapur perusahaan percetakan uang ini, Rabu (31/8/2019) siang.

Pertama masuk gedung, terdapat ruang etalase display uang kertas dan plat pencetaknya dari masa ke masa.

Marta Hendra Wijaya, Kepala Departemen Persiapan Percetakan Uang menerangkan Perum Peruri tidak sekadar cetak uang rupiah saja tapi juga mencetak kertas berharga non uang.

''Ada lima produk yang kami cetak selain uang , yaitu paspor meterai sertifikat tanah, dan pita cukai. Tak hanya itu Peruri juga mencetak uang untuk negara luar, yakni Nepal, Filipina dan Srilangka,''katanya.

Saat melihat proses produksi bagaimana uang dicetak, baik yang kertas maupun logam, Marta mengungkapkan prosesnya melalui tahapan berjenjang dengan pengamanan berlapis.

Diawali dari desain gambar berupa garis-garis yang rumit, gambar tokoh, adat, hingga penomoran seri. Desain yang sebelumnya dilakukan secara manual, sejak tahun 2015 seri wajah menggunaakan scanning dengan komputer berstandar berpengaman tinggi.

Beberapa fitur pengaman lain di antaranya penggunaan watermark, cetak intaglio, benang pengaman dan tinta sekuriti.

''Selain fitur-fitur sekuriti yang mudah dikenali oleh masyarakat umum tersebut juga diterapkan unsur pengaman tidak kasat mata yang hanya dapat diketahui melalui bantuan alat maupun oleh petugas laboratorium atau forensik,'' ungkap Marta

Adapun untuk uang logam, fitur pengamanannya lebih menonjolkan aspek kerumitan desain dan detail hasil cetak. Dikatakan, semua proses selalu dikonsultasikan dengan BI sebagai pihak pengorder.

Sementara itu, ketika melihat bagian percetakan para Awak Media tidak diperbolehkan membawa uang dalam dompet, tak terkecuali uang koin, Ponsel dan juga kamera.

Terpisah, Humas Peruri, Dina Eni Ana menjelaskan, sistem pengamanan berlapis terhadap pengunjung berlaku untuk karyawan maupun tamu, tak terkecuali pejabat.

''Ini memang sudah sesuai dengan SOP dan protap yang sesuai dengan standar sertifikasi pengamanan,''katanya. (Wijayanto)